6 Tips Investasi Martech untuk Sektor FMCG

6 Tips Investasi Martech untuk Sektor FMCG

Di tengah derasnya arus transformasi digital, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) kerap dianggap tertinggal dalam adopsi teknologi. Namun, Danone Indonesia membuktikan sebaliknya. Di bawah kepemimpinan Planius Simanullang, Head of Digital Transformation, Danone berhasil membangun strategi digital yang kuat dan efektif untuk mendekatkan diri dengan konsumen.


Pentingnya Marketing Technology di Industri FMCG

Industri FMCG memiliki tantangan unik karena interaksi dengan konsumen jarang langsung melalui digital, berbeda dengan sektor eCommerce atau perbankan. Oleh karena itu, marketing technology (martech) menjadi alat strategis untuk:

  • Meningkatkan keterikatan dengan konsumen
  • Memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam
  • Mengoptimalkan strategi akuisisi dan retensi

Planius menekankan bahwa investasi di martech bukan sekadar tren, tetapi pondasi jangka panjang untuk pertumbuhan bisnis.


6 Tips Investasi Marketing Technology untuk FMCG

Berdasarkan pengalaman Planius Simanullang, berikut tips penting bagi perusahaan FMCG yang ingin berinvestasi di martech:

1. Tentukan Visi Digital yang Jelas

Sebelum membeli teknologi apa pun, tentukan dulu visi digital yang ingin dicapai. Contohnya, Danone fokus pada driving personalization agar setiap interaksi dengan konsumen lebih relevan.

2. Bangun Mindset Digital di Seluruh Organisasi

Transformasi digital bukan hanya soal tools, tapi juga perubahan cara berpikir seluruh tim. Tanpa mindset digital yang matang, investasi teknologi bisa sia-sia.

3. Mulai dari Data Sebelum Teknologi

Teknologi tanpa data hanyalah pajangan. Pastikan perusahaan memiliki data konsumen yang relevan dan terstruktur sebelum mengimplementasikan tools martech.

4. Fokus pada Objektif yang Spesifik

Danone memfokuskan teknologi pada acquisition dan retention. Dengan tujuan yang jelas, investasi lebih efektif dan menghindari pemborosan.

5. Bangun Tim yang Kuat dan Passionate

Digital marketing penuh trial and error. Tim yang bersemangat dan punya mental kuat menjadi kunci keberhasilan investasi teknologi.

6. Percaya pada Proses Jangka Panjang

Hasil dari martech tidak instan. Planius menekankan bahwa begitu retensi konsumen naik, semua investasi akan terbayar dengan sendirinya.


Kesimpulan

Menurut Planius Simanullang, marketing technology adalah pondasi strategi bisnis jangka panjang untuk memahami dan melayani konsumen lebih dalam. Digital bukan sekadar tren, tetapi cara perusahaan connect dengan konsumen secara efektif dan relevan. Dikutip dari marketing.co.id