Hari Wayang Nasional: Kenali 5 Tokoh Wayang Paling Ikonik dan Filosofis

Hari Wayang Nasional: Kenali 5 Tokoh Wayang Paling Ikonik dan Filosofis

Jakarta — Setiap 7 November, Indonesia memperingati Hari Wayang Nasional. Momentum ini untuk mengenang warisan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Wayang bukan sekadar hiburan, tapi juga cerminan nilai-nilai kehidupan, moralitas, dan kebijaksanaan yang diwariskan turun-temurun. Dari kisah Mahabharata hingga Ramayana, pewayangan menghadirkan karakter-karakter unik yang menyimpan filosofi mendalam.

Berikut 5 tokoh wayang paling ikonik yang wajib Anda kenal:

1. Semar – Sang Penasehat Bijaksana
Semar adalah punakawan yang sederhana namun penuh kebijaksanaan. Ia dianggap sebagai perwujudan dewa yang membimbing manusia. Dalam banyak kisah, Semar menjadi penasihat para ksatria Pandawa, selalu memberikan petuah moral dan menjadi simbol kerendahan hati. Filosofinya jelas: kebijaksanaan sejati datang dari ketulusan hati, bukan penampilan luar.

2. Arjuna – Ksatria Penuh Keberanian dan Pertimbangan
Arjuna, anggota keluarga Pandawa, dikenal dengan ketampanan dan keahliannya memanah. Ia simbol keberanian dan kesetiaan terhadap dharma (kebenaran). Arjuna mengajarkan kita untuk menguasai diri sendiri sebelum menaklukkan dunia luar.

3. Gatotkaca – Si “Otot Kawat Tulang Besi”
Gatotkaca adalah putra Bima dan Dewi Arimbi, dikenal karena kekuatan luar biasa dan keberanian. Ia menjadi simbol kepahlawanan dan pengorbanan, sering muncul sebagai inspirasi dalam komik, film, dan karya modern lainnya.

4. Bima (Werkudara) – Kekuatan Berbalut Hati Lembut
Bima dikenal dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, tapi di balik tubuhnya yang kekar, ia memiliki hati yang lembut. Ia mengajarkan keseimbangan antara kekuatan dan moralitas, bahwa kekuasaan sejati bukan sekadar dari otot, tapi dari bijak menggunakan kekuatan.

5. Hanoman – Kesetiaan dan Keberanian Tanpa Pamrih
Hanoman, si kera putih dari kisah Ramayana, adalah simbol kesetiaan dan keberanian. Ia membantu Rama menyelamatkan Dewi Sinta dengan tulus. Dalam budaya Jawa, Hanoman juga melambangkan semangat spiritual dan pengabdian terhadap kebenaran.

Wayang mengajarkan banyak nilai hidup yang relevan hingga sekarang. Melalui Hari Wayang Nasional, mari kita rayakan dan lestarikan seni tradisional yang penuh filosofi ini. sumber RRI.co.id