Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Denih Hendrata menyambangi RS Yarsi, Jakarta Pusat, untuk menjenguk para pelajar korban ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025).
Laksdya Denih tiba di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Yarsi sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam peninjauan tersebut, ia menyampaikan bahwa terdapat enam korban mengalami gangguan pendengaran akibat kerasnya ledakan.
“Kami sedang menjenguk enam orang korban dan saya lihat bisa diajak ngobrol. Rata-rata mereka terganggu pendengarannya, mungkin karena tekanan akibat ledakan yang cukup keras,” ujar Denih di RS Yarsi, Jakarta Pusat.
Selain gangguan pendengaran, Pangkoarmada juga mengungkapkan bahwa beberapa korban mengalami mual dan muntah akibat efek getaran dari ledakan. Ia memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang memadai di rumah sakit.
Penyelidikan Penyebab Ledakan Masih Berlangsung
Laksdya Denih menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di kawasan kompleks Koarmada tersebut. Ia menyebut beberapa pelajar korban tinggal di lingkungan kompleks TNI AL.
“Ada sebagian pelajar yang tinggal di dalam kompleks. Saya turut prihatin, karena Kodamar itu kompleks saya, ada anak-anak prajurit juga,” katanya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa dua rumah sakit menjadi rujukan utama penanganan korban, yakni RS Yarsi dan RS Islam Jakarta.
“Sebagian korban mengalami luka ringan hingga sedang, dan beberapa sudah diperbolehkan pulang,” ujar Asep.
Kapolda menegaskan, penyelidikan penyebab ledakan SMA 72 Jakarta Utara masih dilakukan secara mendalam. Tim Laboratorium Forensik Polri telah diterjunkan untuk mengidentifikasi sumber dan faktor penyebab ledakan.
“Kami akan ungkap penyebab ledakan ini secepatnya agar jelas dan tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.
RRI.co.id
