Bandung: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk ‘Media As Soft Power Diplomacy’, di Bandung, Selasa (11/11/2025). FGD ini mengundang sejumlah stakeholders media dan akademisi untuk membahas peran media dalam diplomasi.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Heru Subolo mengatakan Kemlu memerlukan kemitraan media dalam diplomasi Indonesia. Kemlu memiliki narasi utama dan strategi komunikasi yang memerlukan penguatan dari media.
“Kemlu ingin mendapat kemitraan yang kuat karena diplomasi Indonesia membutuhkan kekuatan media sebagai instrumen utama, kita punya narasi utama dan strategi komunikasi dalam diplomasi kita yang memerlukan penguatan dari media,” kata Heru, Selasa (11/11/2025).
Melalui FGD sejumlah masukan juga diberikan dari stakeholders media kepada Kemlu. Heru menilai media merupakan salah satu instrumen untuk menyebar narasi positif tentang Indonesia yang selaras dengan kepentingan nasional.
“Tentunya masukan ini akan memperkuat kemampuan Kemlu untuk meramu kembali. Penguatan media merupakan salah satu instrumen dalam politik luar negeri kita untuk menyebarkan narasi positif tentang Indonesia, yang pada hakikatnya itu merupakan penjabaran kepentingan nasional,” ujar Heru.
Dalam FGD tersebut juga turut hadir sebagai narasumber, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dan mantan Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura. Dikutip dari RRI.co.id
