Pascabanjir, Kemenhut Sebut DAS Kuranji di Sumbar Mengalami Pelebaran Serius

Pascabanjir, Kemenhut Sebut DAS Kuranji di Sumbar Mengalami Pelebaran Serius

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji yang mengaliri Kota Padang dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengalami perubahan signifikan usai banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat pelebaran badan sungai secara drastis, dari sekitar 15 meter menjadi 150 meter.

Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan Kemenhut, Anton Sudarwo, mengatakan pemantauan sementara menunjukkan pelebaran badan DAS Kuranji itu terjadi setelah bencana beberapa waktu lalu.

Jenis Tanah Kambisol Jadi Faktor Kerentanan

Anton menjelaskan bahwa hampir 90 persen tanah di DAS Kuranji merupakan jenis kambisol, dengan sedikit regosol di bagian dekat pantai. Tanah kambisol dikategorikan sebagai tanah muda sehingga mudah bergeser ketika mengalami tekanan tinggi.

Meski jenis tanah tersebut mampu menyerap air, peningkatan debit air secara drastis dapat menyebabkan tanah tidak kuat menahan beban dan luruh bersama pepohonan besar di sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa hujan ekstrem yang mencapai 139 milimeter per hari menjadi salah satu pemicu utama bencana. Aliran air yang terfokus ke satu titik menyebabkan kerusakan parah, termasuk hancurnya Jembatan Gunung Nago.

Pelebaran Terjadi di Sejumlah DAS Terdampak

Selain DAS Kuranji, beberapa daerah aliran sungai lain di Sumatera Barat juga mengalami pelebaran setelah diterjang banjir bandang dan longsor. Debit air yang besar serta banyaknya pohon yang terseret arus menjadi faktor utama perubahan morfologi sungai.

Pelebaran badan sungai ini dinilai berpotensi memengaruhi permukiman warga dan aktivitas masyarakat di sekitar DAS. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana lanjutan ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Pemerintah diminta untuk memperkuat mitigasi dan pemetaan wilayah rawan, agar dampak bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Dikutip dari antaranews.com