Sekjen Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) Kenny Goh mengaku kecewa setelah Malaysia kalah telak dari Indonesia pada final badminton beregu putra SEA Games 2025. Padahal, Malaysia menurunkan skuad terbaik termasuk Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pasangan elite yang pernah menjuarai Kejuaraan Dunia dan meraih dua medali Olimpiade.
Harapan untuk menghentikan puasa emas selama dua dekade kembali harus tertunda setelah Malaysia dipaksa menyerah 0-3 dari Indonesia pada pertandingan final. Seluruh laga berakhir dalam dua gim langsung, tanpa menunjukkan tanda-tanda pertarungan ketat.
Kekecewaan BAM dan Evaluasi Besar
Kenny Goh menyebut hasil tersebut sebagai pukulan besar bagi tim Malaysia. Ia menegaskan perlunya langkah drastis untuk memperbaiki performa tim jelang ajang lain yang sudah menanti.
“Pertama, ini adalah hasil yang mengecewakan dan kami mesti melakukan sesuatu yang terbilang drastis.”
“Saya percaya bahwa setelah ini, kedua direktur teknik mesti mengevaluasi dan mencari tahu hal yang sebenarnya terjadi untuk memastikan hal tersebut tidak terulang. Terutama karena kami juga harus mempersiapkan BATC 2026 pada Februari mendatang,” ujarnya seperti dikutip dari NST.
Malaysia terakhir kali meraih emas beregu putra SEA Games pada 2005. Artinya, mereka telah puasa gelar selama 20 tahun.
Nomor-Nomor Andalan Malaysia Masih Membawa Harapan
Meski kalah menyakitkan di nomor beregu, Malaysia masih menargetkan empat medali emas dari nomor lain. Ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran menjadi tumpuan utama. Selain itu, sektor tunggal putra diharapkan bisa memberi kejutan dan menambah koleksi medali.
Dikutip dari cnnindonesia.com
