Fenomena makanan dan minuman viral di kalangan Gen Z semakin marak, didorong peran aktif konten kreator kuliner yang membagikan ulasan, tantangan mencoba makanan viral, hingga rekomendasi tempat makan. Konten yang dikemas secara menarik dan jujur terbukti mampu memengaruhi keputusan konsumsi generasi muda.
Pengamat budaya populer menilai tren ini mencerminkan karakter Gen Z yang mengutamakan pengalaman dan visual. “Bagi Gen Z, makanan bukan hanya soal rasa, tapi juga soal cerita, tampilan, dan pengalaman yang bisa disebarkan ke media sosial sebagai bentuk ekspresi diri,” jelas pengamat tersebut.
Bagi pelaku usaha, fenomena kuliner viral menjadi peluang besar. Banyak pedagang dan pemilik kafe memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Dengan promosi digital yang tepat, sebuah produk dapat dikenal luas dalam waktu singkat. Namun, mereka juga dituntut untuk terus berinovasi karena tren kuliner dapat berubah dengan cepat.
Secara keseluruhan, fenomena makanan dan minuman viral ini menunjukkan pengaruh kuat media sosial terhadap pola konsumsi generasi muda. Diperkirakan tren kuliner baru akan terus bermunculan dan menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z di era digital.
Dikutip dari kompasiana.com
