Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan sejumlah akses jalan yang terdampak bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah kabupaten akan kembali terhubung pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kepastian tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi infrastruktur terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dody mengatakan Kementerian PU bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk membersihkan akses jalan serta kawasan perkotaan dari lumpur dan material batang pohon pascabanjir. Upaya percepatan dilakukan agar mobilitas masyarakat dapat segera pulih dan wilayah terdampak tidak lagi terisolasi.
Penambahan Alat Berat untuk Percepat Penanganan
Untuk mempercepat proses pembersihan, Kementerian PU akan menambah 33 unit alat berat yang didatangkan dari Medan. Alat berat tersebut difokuskan untuk membersihkan jalan utama, kawasan pertokoan, serta fasilitas umum yang terdampak banjir dan longsor.
Dalam kunjungannya, Dody juga meninjau langsung pekerjaan pembersihan lumpur dan material banjir di sejumlah titik, termasuk di kawasan pertokoan dan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Pemerintah menargetkan seluruh wilayah terdampak dapat kembali diakses sebelum akhir Desember 2025.
Akses Jalan di Tiga Provinsi Sudah 80 Persen Terbuka
Secara umum, akses jalan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, telah terbuka sekitar 80 persen. Tantangan terberat saat ini berada pada perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.
“Secara umum untuk tiga provinsi ini sekitar 80 persen jalan sudah terbuka. Yang terberat itu nanti di jembatan, tapi kita bekerja sama dengan TNI. Target kita, semuanya Desember ini selesai, dan harapan mudah-mudahan antar kabupaten terbuka semua pada hari ini,” ujar Dody Hanggodo, dikutip dari Headline News Metro TV, Sabtu, 27 Desember 2025.
Akses Antarkabupaten Hampir Seluruhnya Pulih
Dody memastikan akses antarkabupaten di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah sepenuhnya terbuka. Sementara itu, di Provinsi Aceh masih terdapat satu titik akses menuju Aceh Tengah yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan.
Pemerintah optimistis seluruh akses jalan dan jembatan terdampak bencana dapat segera pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan normal.
Dikutip dari metrotvnews.com
