Bogor sejak lama dikenal sebagai surga wisata alam bagi warga Jabodetabek. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul fenomena menarik ketika sejumlah destinasi yang sebelumnya tergolong hidden gem mendadak populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, menjadi pemicu utama yang membuat lokasi-lokasi tersembunyi tersebut viral dalam waktu singkat.
Keindahan alam Bogor yang masih asri, dipadukan dengan visual estetik, menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan, terutama kalangan muda. Video singkat berdurasi kurang dari satu menit mampu mengubah tempat yang sebelumnya sepi menjadi destinasi favorit akhir pekan. Fenomena ini menunjukkan besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk tren pariwisata saat ini.
Wisata hidden gem di Bogor umumnya menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata arus utama. Lokasinya banyak berada di kawasan perbukitan, kaki gunung, hingga tersembunyi di balik hutan dan persawahan. Daya tarik utama yang membuatnya cepat viral meliputi pemandangan alami yang masih terjaga, spot foto Instagramable tanpa banyak sentuhan buatan, suasana sejuk dan tenang, serta harga tiket yang relatif terjangkau.
Salah satu jenis wisata yang paling sering viral adalah curug dan leuwi. Air terjun dan kolam alami ini biasanya tersembunyi di balik jalur trekking yang cukup menantang. Video wisatawan yang berenang atau menikmati gemericik air kerap memenuhi linimasa media sosial. Lokasi yang dulunya hanya dikenal warga lokal kini mengalami lonjakan pengunjung, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Selain itu, kawasan bukit dan hutan pinus di Bogor juga menjadi favorit konten kreator. Hamparan hijau dari ketinggian, kabut tipis di pagi hari, hingga cahaya matahari sore yang menembus pepohonan menghadirkan visual yang menarik. Banyak konten mengusung tema healing trip, liburan singkat, dan pelarian sejenak dari hiruk pikuk kota. Sejumlah pengelola pun mulai menambah fasilitas sederhana untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Viralnya destinasi wisata membawa dampak ganda. Di satu sisi, ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak melalui warung kecil, jasa parkir, hingga pemandu lokal. Namun di sisi lain, lonjakan pengunjung berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, beberapa pengelola wisata di Bogor mulai menerapkan pembatasan pengunjung dan aturan ketat demi menjaga kelestarian alam.
Kemudahan akses menjadi faktor lain yang mendorong popularitas wisata hidden gem di Bogor. Banyak lokasi dapat dijangkau dari Jakarta dalam waktu 1–2 jam menggunakan kendaraan pribadi, dengan biaya masuk yang masih ramah di kantong.
Melihat antusiasme wisatawan, wisata hidden gem di Bogor berpotensi menjadi destinasi andalan baru. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi antara pengelola, masyarakat lokal, serta pemerintah daerah, tren viral ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Dikutip dari pojoksatu.id
