Harga emas global memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman setelah penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS). Spot gold naik sekitar 0,8 persen ke USD4.485,39 per ons, mendekati rekor tertinggi USD4.549,71 yang dicapai akhir Desember 2025. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga ditutup lebih tinggi di USD4.496,10 per ons.
Sentimen Geopolitik dan Kebijakan Moneter AS
Ketidakpastian geopolitik pasca‑penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu minat investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe‑haven). Investor juga menantikan data penggajian AS terbaru untuk menilai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang dapat berdampak pada emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Rekor Kinerja Emas dan Prospek Ke Depan
Emas mencatat kenaikan tahunan tajam sebesar sekitar 64,4 persen pada 2025, mencatat rekor kinerja terbaik sejak 1979. Prospek jangka menengah dan panjang juga terlihat kuat, dengan lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley memproyeksikan emas bisa mencapai target sekitar USD4.800 per ons pada akhir 2026, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan pembelian oleh bank sentral serta dana investasi.
