S&P 500 Bangkit, Wall Street Catat Kenaikan di Penutupan

S&P 500 Bangkit, Wall Street Catat Kenaikan di Penutupan

Indeks S&P 500 ditutup lebih tinggi pada Kamis, 15 Januari 2026, memulihkan diri dari penurunan dua hari berturut-turut. Kebangkitan pasar dipicu oleh pembelian saham chip yang baru saja turun, sehingga sektor teknologi secara keseluruhan mengalami reli.

Dilansir dari Investing.com, Dow Jones Industrial Average naik 292 poin atau 0,6 persen, indeks S&P 500 bertambah 0,3 persen, dan NASDAQ Composite meningkat 0,3 persen. Saham chip mendapat dorongan dari laporan laba kuartal keempat Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) yang lebih kuat dari perkiraan, didukung permintaan tinggi untuk prosesor canggih yang terkait dengan kecerdasan buatan. TSMC dianggap sebagai barometer industri chip global.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump juga memberlakukan tarif 25 persen pada impor beberapa chip komputasi canggih, meski langkah ini kemungkinan tidak berdampak signifikan pada produsen utama karena fasilitas produksi mereka berada di AS.

Berita geopolitik turut memengaruhi pasar. Trump menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan terkait Greenland setelah pertemuan pejabat AS dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland. Sementara itu, ketegangan di Iran mereda karena Trump yakin tidak ada rencana eksekusi skala besar terhadap demonstran.

Sentimen positif tambahan muncul setelah Trump menegaskan tidak berencana memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meskipun ada penyelidikan dari Departemen Kehakiman terhadap Powell. Data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS turun menjadi 198 ribu pada pekan yang berakhir 10 Januari, lebih rendah dari perkiraan 215 ribu, menandakan perlambatan bertahap di pasar tenaga kerja.

Sementara itu, pejabat The Fed, termasuk Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid, menyarankan suku bunga tetap dipertahankan untuk menjaga tekanan inflasi terkendali. Kombinasi faktor laporan laba chip, geopolitik, dan kebijakan moneter mendorong reli pasar pada perdagangan Kamis.

Dikutip dari metrotvnews.com