Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), menyusul ancaman Departemen Kehakiman AS untuk mendakwa Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait komentarnya di Kongres tentang proyek renovasi gedung senilai USD2,5 miliar. Kekhawatiran pasar muncul terkait independensi bank sentral dan prospek jangka panjang dolar AS.
Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,3 persen menjadi 98,87, menurut MarketWatch, Selasa (13/1/2026). Euro menguat 0,29 persen menjadi USD1,1671, sedangkan franc Swiss naik 0,54 persen. Di sisi lain, dolar AS tetap menguat 0,15 persen terhadap yen Jepang menjadi 158,12, meski sempat mencapai level tertinggi satu tahun di 158,19.
Powell mengungkapkan Fed menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman terkait pernyataannya di Kongres musim panas lalu mengenai pembengkakan biaya proyek renovasi kantor pusat Fed di Washington. Powell menilai tindakan tersebut sebagai upaya Gedung Putih untuk memengaruhi suku bunga, yang Presiden AS Donald Trump ingin dipangkas secara drastis.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah pernyataan Powell dan meminta penyelidikan oleh Departemen Kehakiman. Trump diperkirakan akan mengganti Powell dengan kepala Fed yang lebih sejalan dengan kebijakan moneter presiden ketika masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang, meski Powell bisa tetap menjabat sebagai gubernur Fed.
Trump dijadwalkan mewawancarai kepala manajer investasi obligasi BlackRock, Rick Rieder, Kamis ini, salah satu dari empat finalis pengganti Powell, menurut laporan Fox Business Network. Senator AS Lisa Murkowski mendukung rencana rekan Republikan Thom Tillis untuk memblokir calon pengganti Trump jika terkait penyelidikan Departemen Kehakiman.
Dikutip dari metrotvnews.com
