Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, berharap bantuan pemerintah pusat segera disalurkan untuk menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima bantuan dari pusat, sementara puluhan ribu warga terdampak masih membutuhkan dukungan mendesak.
“Kami dari Pemkab Nagan Raya sampai hari ini belum menerima satu pun bantuan dari Pemerintah Pusat. Kami sangat berharap bantuan segera disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya melaporkan sebanyak 25.608 jiwa atau 8.258 kepala keluarga terdampak banjir bandang dan luapan air yang terjadi pada 26–27 November 2025.
Bupati juga mendesak penetapan status bencana nasional untuk banjir besar yang melanda Aceh, termasuk wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Ia menilai skala kerusakan dan keterbatasan anggaran daerah tidak memungkinkan penanganan dilakukan sendiri.
“Surat pernyataan ketidakmampuan anggaran sudah kami tandatangani. Begitu pula sejumlah kabupaten lain yang terdampak parah di Aceh,” katanya.
Menurutnya, empat kecamatan terdampak banjir di Nagan Raya, yaitu Tadu Raya, Tripa Makmur, Darul Makmur, dan Beutong Ateuh Banggalang. Dari wilayah tersebut, Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan terparah.
“Sebanyak 85 persen infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah warga hancur total,” ungkap Teuku Raja Keumangan.
Akses jembatan penghubung antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah di wilayah tersebut juga masih terputus, mempersulit proses evakuasi serta distribusi bantuan.
“Uluran tangan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sangat kami harapkan untuk membantu masyarakat kami,” tutupnya.
Dikutip dari antaranews.com
