Banjir Landa Bima, Ribuan Rumah dan Fasilitas Umum Terendam Air

Banjir Landa Bima, Ribuan Rumah dan Fasilitas Umum Terendam Air

Banjir melanda wilayah Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, pada Rabu (5/11/2025). Akibatnya, ribuan rumah warga, sejumlah sekolah, musala, kantor desa, hingga lahan pertanian terendam air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan meluapnya air di beberapa titik.
Ada empat sekolah yang terdampak. Kami melakukan pembersihan terutama lumpur di area sekolah, serta fasilitas umum seperti musala juga kami bersihkan,” ujarnya kepada Pro 3 RRI, Kamis (6/11/2025) malam.

Menurut Huda, banjir terjadi di dua desa utama di Kecamatan Madapangga, yakni Desa Monggo dan Desa Ncandi, serta merendam tujuh desa di dua kecamatan — Sanggar dan Madapangga.
Hujan deras yang berlangsung sejak pukul 12.10 Wita hingga 15.10 Wita menjadi pemicu utama terjadinya banjir.


Banjir Meluas ke Desa Boro dan Ncandi

Di Desa Boro, banjir dipicu derasnya aliran air dari pegunungan setelah hujan berintensitas tinggi. Sistem drainase desa tidak mampu menahan debit air, sehingga menyebabkan luapan ke area pemukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian.

Sementara itu, di Desa Ncandi, air juga merendam rumah warga, kantor desa, dan area pertanian.
Kantor desa, rumah warga, hingga lahan pertanian masyarakat terendam banjir. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Huda menegaskan.


Langkah Penanganan dan Imbauan BPBD

BPBD Kabupaten Bima telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB untuk mendapatkan dukungan logistik dan peralatan tambahan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.

Selain itu, pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Dari informasi BMKG, hujan masih akan terus terjadi hingga November, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Desember,” jelas Huda.

Pihak BPBD terus melakukan pemantauan lapangan serta mendistribusikan bantuan darurat bagi warga terdampak. Warga diimbau untuk menghindari daerah aliran sungai dan selalu memantau peringatan dini dari BMKG maupun BPBD setempat. Dikutip dari RRI.com