BPBD Jakarta Utara Bantah Banjir di Pelabuhan Sunda Kelapa Disebabkan Rob

BPBD Jakarta Utara Bantah Banjir di Pelabuhan Sunda Kelapa Disebabkan Rob

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Utara (BPBD Jakut) menegaskan bahwa genangan air setinggi 15 sentimeter yang muncul di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa siang, 25 November 2025, bukan disebabkan oleh banjir rob.

Kepala Satgas BPBD Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi mengenai dugaan banjir rob, pihaknya langsung mengirim personel untuk meninjau lokasi. “Banjir setinggi 15 sentimeter di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa bukan karena banjir rob tapi pekerjaan di lokasi tersebut,” kata Vitus, dikutip dari Antara, Selasa malam.

Menurut laporan personel di lapangan, genangan air muncul sekitar pukul 16.30 WIB. Penyebabnya bukan karena tanggul jebol atau kerusakan infrastruktur melainkan berasal dari pekerjaan atau proyek yang sedang berlangsung di area pelabuhan.

“Pihak keamanan pelabuhan menyatakan akan melakukan penanganan terhadap genangan tersebut,” tambah Vitus.

Selain memeriksa area pelabuhan, BPBD juga memantau permukiman warga dan akses Jalan RE Martadinata, wilayah yang biasanya terdampak banjir rob. “Tadi sore tidak terjadi rob dan jalan bisa dilalui kendaraan serta aktivitas warga berjalan normal,” ujar Vitus.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 18–26 November 2025. Hal ini dipicu fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru sehingga meningkatkan potensi banjir pesisir di wilayah Jakarta Utara.

Meski demikian, kondisi pasang air laut pada Selasa sore masih dalam batas terkontrol. Berdasarkan pemantauan, tinggi muka air di pintu Pasar Ikan tercatat 212 sentimeter pada pukul 16.00 WIB, berada pada status siaga dua.

Dikutip dari metrotvnews.com