Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menutup perdagangan pertama pekan ini dengan catatan positif pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), seiring kembalinya optimisme di kalangan investor. Sentimen pasar didorong oleh aktivitas penyesuaian portofolio awal tahun serta ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter dan kinerja laba perusahaan.
Mengutip Xinhua, Selasa (6/1/2026), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 594,79 poin atau 1,23 persen ke level 48.977,18. Indeks S&P 500 menguat 43,58 poin atau 0,64 persen menjadi 6.902,05, sementara indeks Komposit Nasdaq naik 160,19 poin atau 0,69 persen ke posisi 23.395,82.
Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, menyebut penguatan pasar saham dipicu oleh langkah investor yang kembali menginvestasikan dana setelah melakukan pengurangan pajak atas kerugian investasi dan penyesuaian portofolio pada akhir 2025. “Para investor masih fokus pada apa yang kemungkinan akan dilakukan The Fed dan bagaimana prospek laba perusahaan. Sejauh ini, lingkungan pasar masih cenderung mengambil risiko,” ujar Stovall.
Dari pergerakan saham individual, sektor energi mencatat penguatan signifikan. Saham Chevron melonjak 5,1 persen, sementara Exxon Mobil naik 2,21 persen. Saham perusahaan jasa ladang minyak juga menguat tajam, dengan Halliburton naik 7,84 persen dan SLB menguat hampir sembilan persen.
Di sektor teknologi, perhatian investor mulai tertuju pada pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) yang akan digelar di Las Vegas. Meski demikian, saham produsen chip utama bergerak fluktuatif. Saham Advanced Micro Devices (AMD) sempat menguat namun akhirnya turun 1,07 persen menjelang pameran.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan berbagai suku bunga pinjaman komersial dan konsumen, turun ke bawah 4,16 persen dari sekitar 4,19 persen pada penutupan perdagangan Jumat lalu.
Ke depan, Wall Street bersiap menghadapi rangkaian data ekonomi penting setelah libur akhir tahun, dengan laporan ketenagakerjaan non-pertanian AS periode Desember dijadwalkan rilis pada Jumat mendatang. Data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Dikutip dari metrotvnews.com
