mingguan. Pelemahan terbatas ini terjadi karena pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve pada Desember mendatang.
Mengutip data Investing.com, Sabtu (22/11/2025), indeks dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,1% ke level 100,042, namun tetap mengarah pada kenaikan mingguan sebesar 0,8%.
Dolar AS Bersiap Catat Kenaikan Mingguan
Greenback menguat sehari sebelumnya setelah laporan penggajian non-pertanian AS yang tertunda menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang beragam. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan Desember.
Risalah FOMC Oktober juga mengungkap adanya perbedaan pandangan di internal The Fed mengenai waktu pemangkasan suku bunga. Dengan data ketenagakerjaan yang belum memberikan sinyal jelas, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga pada Desember semakin mengecil.
Analis ING menyebut bahwa peristiwa selama pekan ini telah menunda ekspektasi siklus pelonggaran. Mereka menambahkan bahwa pasar kini lebih melihat peluang pemangkasan terjadi pada Januari 2026 dengan ekspektasi 24 basis poin, dibandingkan Desember yang hanya 10 basis poin.
Pasar kini menantikan rilis PMI S&P dan pembacaan final sentimen konsumen AS November sebagai katalis tambahan.
Euro dan Yen Kompak Menguat
Euro (EUR/USD) naik 0,1% ke 1,1538
Penguatan euro didorong data positif aktivitas bisnis zona euro. PMI gabungan flash HCOB hanya turun tipis ke 52,4 di November dari 52,5 pada Oktober—menandai 11 bulan berturut-turut berada di atas 50, yang menjadi batas ekspansi ekonomi.
Analis ING menyebut bahwa PMI yang stabil ini memberi dukungan bagi euro di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi.
Pound sterling (GBP/USD) menguat 0,1% ke 1,3085
Sterling tetap stabil meski penjualan ritel Inggris turun 1,1% pada Oktober dan sentimen rumah tangga melemah menjelang pengumuman anggaran Inggris pekan depan.
Yen Jepang (USD/JPY) menguat 0,4% ke 156,76
Yen mendapatkan sentimen positif setelah inflasi inti Jepang kembali berada di atas target 2% Bank of Japan (BOJ) pada Oktober. Kondisi ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga BOJ pada pertemuan 18–19 Desember.
BOJ juga akan membahas potensi kenaikan suku bunga seiring penguatan pertumbuhan upah tahun depan. Penguatan yen terjadi di tengah pengesahan paket stimulus 21,3 triliun yen untuk mendukung konsumsi dan industri utama Jepang.
Pergerakan Mata Uang Lainnya
- USD/CNY turun 0,1% ke 7,1093
- AUD/USD naik 0,2% ke 0,6450, namun masih berada di jalur pelemahan mingguan karena menurunnya selera risiko global
Dikutip dari metrotvnews.com
