Dolar AS Menguat Sedikit, Investor Waspadai Gejolak Pasar

Dolar AS Menguat Sedikit, Investor Waspadai Gejolak Pasar

Dolar AS sedikit menguat dalam perdagangan liburan yang tipis pada awal tahun baru, dengan volume rendah membatasi pergerakan harga di pasar global. Likuiditas yang rendah membuat perdagangan mata uang sebagian besar tanpa arah, karena investor menunggu kembalinya partisipasi pasar normal.

Dilansir dari Investing.com pada Sabtu, 3 Januari 2026, Indeks Dolar AS naik 0,2 persen setelah menutup tahun 2025 dengan kerugian tajam. Pelemahan dolar pada akhir 2025 dipicu oleh ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve dan meredanya tekanan inflasi.

Pergerakan Pasangan Mata Uang Utama

Pergerakan mata uang utama pada Jumat, 2 Januari 2026, tercatat sebagai berikut:

  • Pasangan USD/JPY naik 0,1 persen
  • Pasangan EUR/USD turun 0,3 persen
  • Pasangan GBP/USD turun 0,2 persen
  • Pasangan AUD/USD naik 0,4 persen, menjadi mata uang utama dengan kinerja terbaik hari itu

Kondisi Perdagangan Tetap Tipis

Kondisi perdagangan diperkirakan tetap tipis karena banyak investor belum kembali dari liburan. Partisipasi pasar penuh kemungkinan baru terjadi awal minggu depan. Para ahli strategi Deutsche Bank memperingatkan agar pergerakan awal ini tidak terlalu dijadikan acuan untuk tren tahunan.

“Kita tidak boleh terlalu jauh melakukan ekstrapolasi, karena hari perdagangan pertama telah menjadi panduan yang sangat buruk tentang bagaimana sisa tahun ini akan berjalan,” tulis para ahli strategi termasuk Jim Reid.

Tren Jangka Panjang Masih Mendukung Teknologi

Meskipun perdagangan dolar tipis, kekuatan yang mendominasi pasar tahun lalu, seperti antusiasme terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan, diperkirakan tetap memengaruhi pasar sepanjang 2026. Pendiri Fairlead Strategies, Katie Stockton, menambahkan bahwa tren relatif jangka panjang masih mendukung sektor teknologi, meskipun tren menengah untuk kuartal pertama melemah.

Dikutip dari metrotvnews.com