Dolar AS Menguat Usai Sinyal dari Ketua The Fed Baru

Dolar AS Menguat Usai Sinyal dari Ketua The Fed Baru

Dolar Amerika Serikat bergerak stabil pada Rabu, 4 Februari 2026, setelah bangkit dari level terendah dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, euro melemah tipis menyusul rilis data inflasi regional utama yang menunjukkan perlambatan tekanan harga.

Dikutip dari Investing.com, Kamis, 5 Februari 2026, indeks dolar yang mengukur kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya diperdagangkan naik 0,3 persen ke level 97,69. Indeks tersebut telah menguat lebih dari satu persen sejak pengumuman nominasi Kevin Warsh sebagai calon kepala Federal Reserve.

Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat di bawah kepemimpinan Warsh, yang diperkirakan akan menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell pada Mei mendatang. Pasar menilai Warsh berpotensi bersikap lebih agresif, terutama dalam upaya pengurangan neraca bank sentral AS.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada proses konfirmasi Warsh di Senat serta implikasi kebijakannya terhadap arah suku bunga AS. Penutupan pemerintahan AS yang berlangsung singkat dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan dolar, setelah para pembuat kebijakan menyepakati tambahan pendanaan pemerintah.

Di sisi lain, rilis data ketenagakerjaan utama yang dijadwalkan pada Jumat diperkirakan akan tertunda. Laporan penggajian ADP untuk Januari yang dirilis pada Rabu menunjukkan hasil yang lebih lemah, namun tidak memicu reaksi besar dari pasar.

Di Eropa, pasangan EUR/USD tercatat melemah 0,1 persen ke level 1,1802, meskipun data inflasi awal zona euro menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Inflasi konsumen tercatat turun menjadi 1,7 persen secara tahunan pada Januari, di bawah target Bank Sentral Eropa sebesar dua persen dan menurun dari dua persen pada Desember.

Penurunan inflasi tersebut hanya memberikan dampak terbatas terhadap ekspektasi kebijakan ECB, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level dua persen untuk pertemuan kelima berturut-turut. Para pembuat kebijakan ECB sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran atas penguatan euro yang terlalu cepat terhadap dolar dan dampaknya terhadap inflasi.

Di Inggris, GBP/USD melemah 0,3 persen ke posisi 1,3657, seiring ekspektasi Bank of England yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan Kamis.

Sementara di Asia, USD/JPY menguat 0,5 persen ke level 156,55, mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan. Yen kembali tertekan setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi memunculkan keraguan mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.

Di pasar lainnya, USD/CNY naik tipis ke level 6,9415, mendekati posisi terendah sejak pertengahan 2023. Sementara itu, AUD/USD turun 0,4 persen ke 0,6988, setelah sebelumnya menguat pasca pertemuan Reserve Bank of Australia yang bernada hawkish.

Dikutip dari metrotvnews.com