Dugaan Pemerasan Sudewo, Lebih dari Satu Pengepul Beroperasi di Tiap Kecamatan

Dugaan Pemerasan Sudewo, Lebih dari Satu Pengepul Beroperasi di Tiap Kecamatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terdapat lebih dari satu pengepul uang dugaan pemerasan di setiap kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dugaan tersebut mencuat dalam pengembangan kasus yang melibatkan Bupati Pati nonaktif Sudewo (SDW).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, indikasi adanya lebih dari satu pengepul di tiap kecamatan masih terus didalami penyidik. Hal ini didasarkan pada jumlah pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam satu kecamatan, dimungkinkan lebih dari satu pengepul. Nah ini yang masih terus didalami,” ujar Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut Budi, temuan tersebut sejalan dengan fakta dalam OTT yang digelar KPK pada Januari lalu. Dalam perkara tersebut, terdapat lebih dari satu pihak yang berperan sebagai pengepul uang pemerasan.

“Bisa jadi lebih dari satu ya, seperti dalam perkara tertangkap tangan kemarin itu kan ada tiga pengepul yang kemudian sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Pati pada 19 Januari 2026 dan menangkap Bupati Pati Sudewo. Sehari kemudian, pada 20 Januari 2026, Sudewo bersama tujuh orang lainnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Pada hari yang sama, KPK mengumumkan penetapan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Keempat tersangka tersebut yakni Bupati Pati nonaktif Sudewo (SDW), Kepala Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan Abdul Suyono (YON), Kepala Desa Arumanis Kecamatan Jaken Sumarjiono (JION), serta Kepala Desa Sukorukun Kecamatan Jaken Karjan (JAN).

KPK menyatakan akan terus mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh pola dan jaringan pemerasan yang diduga terjadi di Kabupaten Pati.

Dikutip dari metrotvnews.com