Dolar Amerika Serikat (AS) memulai 2026 dengan pelemahan pada Jumat, 2 Januari 2026, setelah berjuang melawan sebagian besar mata uang tahun lalu. Sementara itu, yen stabil di dekat level terendah 10 bulan karena para pedagang menunggu data ekonomi bulan ini untuk mengukur arah suku bunga.
Kinerja Mata Uang Utama dan Perbedaan Suku Bunga
Perbedaan suku bunga yang semakin menyempit antara AS dan ekonomi lainnya membayangi pasar mata uang, membuat sebagian besar mata uang menguat tajam terhadap dolar pada 2025, dengan yen sebagai pengecualian. Euro tercatat stabil di USD1,1752 pada awal perdagangan Asia setelah melonjak 13,5 persen tahun lalu, sementara poundsterling diperdagangkan di USD1,3474 setelah kenaikan 7,7 persen. Kedua mata uang mencatat kenaikan tahunan paling tajam sejak 2017.
Yen terakhir berada di 156,74 per dolar AS setelah naik kurang dari satu persen pada 2025 dan berfluktuasi mendekati level terendah 10 bulan di 157,90 yang disentuh pada November, memicu kekhawatiran intervensi dari Tokyo. Peringatan verbal dari otoritas Jepang sepanjang Desember mendorong yen menjauh dari zona intervensi, meski kekhawatiran tetap ada.
Indeks Dolar dan Prospek Suku Bunga AS
Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 98,243 setelah mencatat penurunan 9,4 persen pada 2025, penurunan terbesarnya dalam delapan tahun akibat pemotongan suku bunga, kebijakan perdagangan yang tidak menentu, dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve.
Data ekonomi AS, termasuk laporan penggajian dan tingkat pengangguran, akan dirilis minggu depan untuk memberikan petunjuk mengenai kesehatan pasar tenaga kerja dan arah suku bunga. Fokus juga tertuju pada keputusan Presiden AS Donald Trump dalam memilih Ketua Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei. Para pedagang memperkirakan dua pemangkasan suku bunga tahun ini dibandingkan satu pemangkasan yang diprediksi The Fed saat ini.
Mata Uang Regional
Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru memulai tahun baru dengan baik. Dolar Australia naik 0,1 persen menjadi USD0,66805 setelah kenaikan hampir delapan persen pada 2025, kinerja tahunan terkuat sejak 2020. Dolar Selandia Baru mengakhiri penurunan tiga tahun dengan kenaikan hampir tiga persen pada tahun lalu, dan pada Jumat diperdagangkan stabil di USD0,5755.
Dikutip dari metrotvnews.com
