Max Verstappen mengaku bangga meski gagal merebut gelar Juara Dunia Formula 1 2025 dengan selisih tipis. Ia menegaskan performa kuatnya di Abu Dhabi menjadi bukti kebangkitan Red Bull pada paruh kedua musim.
Verstappen sempat tertinggal 104 poin usai Grand Prix Zandvoort pada Agustus lalu. Namun, ia dan Red Bull berhasil membalikkan keadaan melalui serangkaian hasil impresif hingga akhir musim.
Pembalap asal Belanda itu memenangkan lima dari delapan balapan terakhir. Kesalahan serta kendala yang dialami McLaren turut memperkecil jarak poinnya dengan pemuncak klasemen, Lando Norris.
Memulai seri penutup di Abu Dhabi dengan selisih hanya 12 poin, Verstappen sukses merebut pole position dan menuntaskan balapan dengan kemenangan dominan di Sirkuit Yas Marina. Namun, hasil tersebut belum mampu menyalip Norris yang finis ketiga untuk memastikan gelar Juara Dunia pertamanya. Verstappen harus puas menutup musim di peringkat kedua dengan selisih dua poin saja.
“Saya merasa baik. Saya sudah siap untuk hasil seperti ini, karena kami membutuhkan sedikit keberuntungan untuk menang,” ujar Verstappen.
Meski gagal mempertahankan gelar, Verstappen tetap senang dengan performa impresif timnya di akhir musim. Ia mengakui selisih dua poin terasa menyakitkan, namun bangga Red Bull tetap menunjukkan daya juang luar biasa.
“Saya sangat bangga kepada seluruh tim. Kami bisa saja menyerah ketika tertinggal sejauh itu,” katanya. “Kami terus memperbaiki diri dan memahami masalah yang ada. Perubahan besar ini sangat menyenangkan, dan hari ini juga sangat menyenangkan.”
Kepala Tim Red Bull Laurent Mekies turut memberikan apresiasi kepada seluruh kru yang telah bekerja keras dalam membawa Red Bull kembali bersaing di papan atas. “Upaya yang diberikan semua orang di markas dan di lintasan balap benar-benar luar biasa. Kami menunjukkan semangat balap sejati hingga lap terakhir,” ujarnya.
Dikutip dari RRI.co.id
