Gagalkan Langkah Gauff, Svitolina Melaju ke Partai Puncak Dubai

Gagalkan Langkah Gauff, Svitolina Melaju ke Partai Puncak Dubai

Elina Svitolina membutuhkan lebih dari tiga jam serta ketahanan mental dan fisik maksimal untuk menyingkirkan Coco Gauff pada semifinal Dubai Tennis Championships, Sabtu WIB.

Svitolina sempat kehilangan set kedua lewat tiebreak dramatis 13-15, namun akhirnya memastikan kemenangan 6-4, 6-7(13), 6-4 dalam waktu tiga jam tiga menit. Hasil ini mengantarkannya ke final ketiga di Dubai setelah delapan tahun penantian.

“Saya sampai kehabisan kata-kata setelah pertarungan itu. Saya benar-benar berusaha keras, dan saya bermain seolah-olah tidak ada hari esok, saya mencoba mengerahkan semua upaya,” ujar Svitolina dikutip dari WTA.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya. “Sungguh sangat istimewa bisa kembali ke final di sini setelah beberapa tahun dan memiliki kesempatan lain untuk mengangkat trofi yang indah itu.”

Rekor dan Penantian Panjang

Kemenangan ini membuat Svitolina unggul 3-2 atas Gauff dalam pertemuan di level WTA Tour. Ia akan menghadapi Jessica Pegula pada partai puncak.

Final ini bukan hanya yang pertama di Dubai sejak 2018, tetapi juga final WTA 1000 pertamanya sejak Roma 2018. Sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, Svitolina kini memegang rekor jeda terpanjang antara dua final WTA 1000, yakni tujuh tahun 277 hari, antara Roma 2018 dan Dubai 2026.

Jalannya Pertandingan

Gauff membuka laga dengan agresif, namun Svitolina segera membalas dengan break untuk unggul 3-2 di set pertama. Momentum berubah pada kedudukan 4-4 ketika reli ketat berujung kesalahan forehand Gauff, memberi Svitolina kesempatan menutup set 6-4.

Set kedua berlangsung jauh lebih dramatis. Kedua pemain saling mematahkan servis sebelum akhirnya tiebreak tak terhindarkan. Dalam duel ketat yang berlangsung hingga 15-13, Gauff menunjukkan ketenangan di depan net dan mengonversi set point ketujuh untuk memaksakan set penentuan.

Di set ketiga, pola permainan kembali menyerupai set pertama. Setelah saling menjaga servis, gim krusial terjadi pada kedudukan 4-4 dengan tujuh kali deuce. Gauff sempat memiliki dua break point, namun Svitolina menolak menyerah. Kesalahan forehand Gauff memberi Svitolina keunggulan 5-4 sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat break penentu.

Tantangan di Final

Svitolina memiliki rekor 3-5 melawan Pegula di level WTA. Dengan waktu pemulihan yang terbatas usai laga maraton, tantangan besar sudah menanti di partai final.

“Kami akan melakukan segala yang mungkin. Para fisioterapis ada di sini mencoba membantu saya mempercepat pemulihan. Tentu saja, ini tidak akan mudah. Ini final. Penting untuk memberikan segalanya,” ujar petenis berusia 31 tahun itu.

Dikutip dari antaranews.com