Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari setelah terjadinya luncuran awan panas Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) petang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut telah ditandatangani pada Kamis (20/11/2025).
“Saya sudah menandatangani per malam ini SK perpanjangan tanggap darurat selama sepekan,” ujar Indah dalam siaran pers.
Evakuasi Warga Difokuskan di Zona Merah
Indah menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat, Pemkab Lumajang akan memprioritaskan penyelamatan warga yang berada di zona merah. Ia memastikan bahwa sebagian besar warga sudah berada di zona aman.
Warga di Dusun Sumberwuluh, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, dan Dusun Sumberlangsep telah diimbau untuk tetap berada di lokasi aman serta tidak keluar dari wilayah dusun.
Di Dusun Sumberlangsep sendiri terdapat 137 kepala keluarga (KK), dan mayoritas telah mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
“Begitu diimbau untuk mengungsi, mereka segera mengungsi. Sebagian besar ke rumah keluarganya,” kata Indah.
Ia juga menginstruksikan agar warga tidak keluar dari Dusun Sumberlangsep demi keselamatan.
Status Gunung Semeru Naik Menjadi Level IV (Awas)
Status aktivitas Gunung Semeru kini meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level IV (Awas) akibat erupsi yang disertai luncuran awan panas.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, membenarkan perubahan status tersebut.
“Benar, naik awas,” ujarnya.
BPBD Lumajang masih melakukan evakuasi warga ke tempat aman, mengingat erupsi masih berlangsung hingga Kamis pagi.
Awan panas terdeteksi meluncur sejak pukul 14.30 WIB dan kini telah mencapai jarak 14 kilometer dari puncak kawah.
Dikutip dari RRI.co.id
