Harga Emas Bergerak Naik Tipis Saat Investor Borong Logam Mulia

Harga Emas Bergerak Naik Tipis Saat Investor Borong Logam Mulia

Harga emas dunia sedikit menguat pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (31/3/2026) WIB. Kenaikan ini didorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga serta aksi beli pada harga rendah setelah penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD4.503,29 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka juga meningkat 0,2 persen ke level USD4.532,51 per ons.

Meski mencatat kenaikan tipis, harga emas masih menuju penurunan bulanan terbesar dalam hampir dua dekade. Pada pekan lalu, harga emas spot bahkan sempat turun hingga menyentuh USD4.000 per ons sebelum akhirnya pulih kembali mendekati USD4.500 per ons pada Jumat.

Secara keseluruhan, harga emas telah merosot lebih dari 14 persen sepanjang satu bulan terakhir.

Pergerakan logam mulia lainnya

Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot tercatat naik 0,3 persen menjadi USD69,9725 per ons. Sementara harga platinum spot juga mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen menjadi USD1.896,15 per ons.

Analis dari OCBC menilai pemulihan harga emas dari titik terendah pekan lalu sebagian besar dipengaruhi faktor teknis. Hal ini terjadi setelah harga emas mengalami penurunan tajam sejak konflik Iran memanas pada akhir Februari.

Mereka mencatat momentum penurunan atau bearish mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan indikator indeks kekuatan relatif atau relative strength index (RSI) yang pulih dari wilayah jenuh jual.

Meski demikian, analis memperingatkan bahwa belum ada kepastian apakah pemulihan harga emas dapat bertahan dalam jangka panjang.

Mereka menyebutkan beberapa level resistensi penting bagi harga emas spot, yakni di USD4.624 per ons, USD4.670 per ons, dan USD4.850 per ons.

Jika harga emas mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka pemulihan yang lebih kuat berpotensi terjadi. Namun jika gagal, harga emas kemungkinan masih akan bergerak dengan kecenderungan yang lebih lemah.

Komentar Powell dan ekspektasi suku bunga

Prospek harga emas juga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Taruhan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini mulai mereda. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga justru meningkat, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya kurang diminati ketika suku bunga berada pada level tinggi.

Namun harga emas sempat mendapat dukungan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa ekspektasi inflasi masih berada dalam kondisi yang cukup terkendali, meskipun ada potensi lonjakan jangka pendek akibat kenaikan harga minyak.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pelaku pasar saat ini tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini. Meski demikian, ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sedikit mereda setelah pernyataan Powell.

Powell juga menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat untuk mengambil pendekatan “wait and see” sambil menilai dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Ketegangan geopolitik jadi perhatian pasar

Selain faktor suku bunga, pasar emas juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Pelaku pasar terus memantau potensi eskalasi konflik Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan bersekutu dengan Iran melancarkan serangan terhadap Israel pada akhir pekan lalu.

Kelompok Houthi dinilai berpotensi membuka front baru dalam konflik tersebut karena memiliki kemampuan melancarkan serangan di kawasan Laut Merah.

Ketidakpastian geopolitik ini membuat pasar global tetap waspada karena dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas dan sentimen investor dalam jangka pendek.

Dikutip dari metrotvnews.com