IHSG Berpotensi Menguat Usai BI Menahan Suku Bunga Acuan

IHSG Berpotensi Menguat Usai BI Menahan Suku Bunga Acuan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/11). Founder WH-Project, William Hartanto, menilai indeks kembali bergerak dalam tren naik usai berhasil menembus level 8.361 dan resistance 8.400. Kenaikan ini ditopang faktor teknikal dan rotasi sektor ke perbankan yang mendapat sentimen positif dari net buy asing sejak akhir Oktober.

Menurut William, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75 persen tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar.
“Tidak terjadi gejolak pada perdagangan saham setelah rilis tersebut,” ujarnya dalam riset harian.

Dengan sentimen tersebut, William memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 8.361 dan resistance 8.429. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham seperti BUMI, COIN, RAJA, dan RATU.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai IHSG berpotensi menguji resistance 8.452, selama indeks bertahan di atas support Fibonacci 8.354. Namun, penurunan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan menuju 8.312–8.255.
“Penembusan di bawah 8.354 dapat memicu koreksi yang lebih dalam,” jelasnya.

Ivan memperkirakan IHSG bergerak di area support 8.312, 8.255, 8.163, dan 8.061, dengan resistance di 8.453, 8.486, 8.595, dan 8.703. Adapun saham yang direkomendasikan yakni AADI, JPFA, KLBF, MEDC, dan UNVR.

Pada penutupan Rabu (19/11), IHSG berakhir di level 8.406, menguat 44,65 poin atau 0,53 persen. Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp29,34 triliun dengan jumlah saham diperdagangkan sebanyak 44,02 miliar lembar. Tercatat 335 saham menguat, 285 melemah, dan 191 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak bermaksud merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Dikutip dari cnnindonesia.com