Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu, 21 Januari 2026. Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di posisi 9.094,431.
Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.17 WIB, IHSG ambles 38,448 poin atau setara 0,42 persen ke level 9.096,252. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 9.060,092.
Pergerakan saham menunjukkan tekanan jual yang dominan. Sebanyak 161 saham tercatat menguat, sementara 388 saham melemah dan 145 saham bergerak stagnan.
Total nilai transaksi sementara mencapai Rp5,899 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,867 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.514,208 triliun.
Pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Selasa, 20 Januari 2026. Indeks Dow Jones turun 1,76 persen, S&P 500 melemah 2,06 persen, dan Nasdaq anjlok 2,39 persen.
Pelemahan Wall Street dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperkeras retorika terkait Greenland, termasuk ancaman pemberlakuan tarif baru.
Di kawasan Asia, bursa saham juga bergerak negatif. Pada perdagangan Selasa, Hang Seng turun 0,29 persen, Nikkei melemah 1,11 persen, dan Shanghai Composite terkoreksi 0,01 persen. Sementara itu, IHSG pada perdagangan sebelumnya menguat tipis 0,01 persen ke level 9.134,7 dengan net sell asing sebesar Rp95,4 miliar.
Pada perdagangan Rabu pagi ini, indeks Kospi tercatat melemah 0,57 persen, sementara Nikkei kembali merosot 1,17 persen.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan melemah didorong oleh sentimen negatif dari pasar regional dan global,” tulis analis Samuel Sekuritas dalam riset hariannya.
Dikutip dari metrotvnews.com
