IHSG Menguat Signifikan, Pagi Ini Berada di Atas Level 9.000

IHSG Menguat Signifikan, Pagi Ini Berada di Atas Level 9.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (14/1/2026). Pada awal perdagangan, IHSG tercatat berada di posisi 9.007,053.

Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.18 WIB, IHSG menguat 41,242 poin atau setara 0,46 persen ke level 8.989,545. Pergerakan positif ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau.

Tercatat sebanyak 317 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara itu, 224 saham melemah dan 168 saham lainnya stagnan.

Dari sisi transaksi, total nilai perdagangan hingga pukul 09.18 WIB mencapai Rp5,275 triliun dengan volume perdagangan sebesar 9,326 miliar saham.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang mampu bertahan di atas area support. Ia memperkirakan support IHSG berada di rentang 8.860 hingga 8.900, sementara level resist berada di kisaran 8.970 hingga 9.000.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (13/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,72 persen. Penguatan tersebut disertai dengan aksi beli bersih investor asing atau net buy sebesar Rp1,45 triliun. Saham-saham yang paling banyak diborong investor asing antara lain INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.

Dari bursa global, pergerakan indeks saham Wall Street cenderung melemah pada perdagangan Selasa (13/1). Indeks S&P 500 turun 0,19 persen, Dow Jones melemah 0,8 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,1 persen. Pelemahan tersebut dipengaruhi tekanan pada saham JPMorgan serta meningkatnya volatilitas pasar akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sementara itu, bursa saham Asia justru ditutup menguat pada perdagangan Selasa. Kenaikan dipimpin oleh pasar saham Jepang setelah indeks Nikkei mencatat lonjakan signifikan. Sentimen positif terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong utama, meski ketidakpastian terkait independensi The Fed masih membayangi pasar global.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 3,10 persen, didukung oleh pelemahan yen dan spekulasi kebijakan stimulus fiskal. Di kawasan Asia lainnya, Kospi Korea Selatan menguat 1,47 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,90 persen, dan Taiex Taiwan bertambah 0,46 persen. Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,85 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,75 persen.

Penguatan mayoritas bursa Asia tersebut menjadi salah satu sentimen positif yang turut menopang pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

Dikutip dari metrotvnews.com