Grobogan – Dalam rangka memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas pascabencana serta menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 H, Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan survei jalur keselamatan lalu lintas pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruas jalan penghubung Grobogan–Semarang, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada pertengahan Februari 2026. Jasa Raharja Kabupaten Grobogan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah tersebut.
Kegiatan survei lapangan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, serta Forum Kesehatan Masyarakat (FKM) Grobogan. Tim gabungan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi jalan dan perkembangan proses perbaikan infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Senin, 16 Februari 2026 lalu.
Pihak PUPR Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa proses perbaikan jalan saat ini terus dipercepat guna memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak. Pemerintah menargetkan pengerjaan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan sebelum H-7 Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sehingga jalur tersebut dapat kembali difungsikan secara terbatas untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Apabila proses perbaikan selesai sesuai target, jalur tersebut direncanakan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua serta kendaraan pribadi roda empat, sementara kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih masih belum diperbolehkan melintas demi menjaga keamanan serta menghindari kerusakan lanjutan pada struktur jalan yang baru diperbaiki.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Grobogan menyampaikan bahwa hingga saat ini ruas jalan Purwodadi–Semarang pada titik tersebut masih belum dapat dilalui oleh kendaraan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi perbaikan.
“Kami menghimbau kepada para pengguna jalan untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif melalui rute Semarang – Pantura – Demak – Dempet – Godong, sehingga arus kendaraan tetap dapat terdistribusi dengan baik dan tidak terjadi penumpukan di area perbaikan jalan,” jelasnya.
Selain melakukan survei jalur, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) yang membahas sejumlah program keselamatan lalu lintas lainnya. Beberapa agenda yang dibahas antara lain rencana survei jalur perlintasan kereta api, peningkatan pengawasan titik rawan kecelakaan, serta program sosialisasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan perusahaan dan masyarakat.
Mendukung langkah tersebut, perwakilan Jasa Raharja Kabupaten Grobogan, Listyadi Yusuf Nugroho, menyampaikan bahwa Jasa Raharja sangat mendukung kegiatan survei keselamatan yang dilakukan oleh FKLL sebagai bagian dari upaya bersama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam menggunakan jalur sesuai dengan kapasitas dan ketentuan kendaraan merupakan faktor penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan.
Selain itu, Listyadi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib secara administrasi kendaraan bermotor sebagai bagian dari tanggung jawab dalam berkendara. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tepat waktu. Kepatuhan tersebut merupakan bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung sistem perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Melalui kegiatan survei jalur keselamatan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lalu Lintas dapat terus berjalan dengan baik. Sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur jalan serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya menjelang periode arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
