Jasa Raharja Sukoharjo Latih Siswa SMKN 2 Wonogiri Penanganan Pertama Kecelakaan, Bekali Skill Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Jasa Raharja Sukoharjo Latih Siswa SMKN 2 Wonogiri Penanganan Pertama Kecelakaan, Bekali Skill Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Wonogiri – Dalam rangka meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan dasar penanganan darurat kecelakaan, PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo melaksanakan kegiatan Pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi para siswa di SMK Negeri 2 Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 yang bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan dasar kepada para pelajar dalam melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan siswa SMK Negeri 2 Wonogiri yang mendapatkan pembekalan baik secara teori maupun praktik mengenai penanganan pertama terhadap korban kecelakaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Jasa Raharja dalam menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kalangan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta berbagai teknik pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat di lokasi kecelakaan. Materi yang diberikan meliputi teknik pemberian bantuan pernapasan buatan atau resusitasi jantung paru (RJP/CPR), cara menghentikan perdarahan pada luka terbuka, teknik evakuasi korban yang mengalami patah tulang, serta prosedur menghubungi layanan darurat secara cepat dan tepat.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo, Arvian Riza Yudhawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa menit-menit pertama setelah terjadinya kecelakaan merupakan waktu yang sangat menentukan bagi keselamatan korban. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, termasuk para pelajar, untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan pertolongan pertama.

“Banyak masyarakat yang memiliki niat untuk menolong korban kecelakaan, namun sering kali belum memahami teknik yang benar sehingga berpotensi memperparah kondisi korban. Melalui pelatihan ini kami berharap para siswa dapat menjadi agen keselamatan yang memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama juga disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat pengguna jalan, sebagaimana diamanatkan kepada Jasa Raharja melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964.

Pemilihan SMK Negeri 2 Wonogiri sebagai lokasi kegiatan juga didasarkan pada tingginya mobilitas para pelajar, khususnya dalam penggunaan kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari seperti berangkat dan pulang sekolah. Hal tersebut menjadikan kalangan pelajar sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Wonogiri menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Jasa Raharja. Menurutnya, pelatihan PPGD memberikan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi para siswa yang jarang diperoleh melalui kurikulum pembelajaran reguler di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan,” ungkapnya.

Selain pelatihan penanganan darurat, dalam kegiatan ini Jasa Raharja juga memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya disiplin dalam berlalu lintas serta pemahaman mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sekaligus mampu memberikan pertolongan awal yang tepat apabila menemukan korban kecelakaan di jalan.

Ke depan, Jasa Raharja akan terus berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan sebagai mitra strategis dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas serta menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman bagi generasi muda.