Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan wilayah desa yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pemerintahan desa dan layanan publik pascabencana.
Pengiriman ribuan praja IPDN tersebut dilaksanakan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, melalui kolaborasi dengan Lion Air Grup. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung melepas keberangkatan para praja IPDN ke lokasi terdampak.
“Saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi. Nanti Insya Allah saya juga akan ke sana menerima mereka dalam bentuk upacara bersama dengan pemerintah daerah,” ujar Tito Karnavian.
Pengiriman Praja IPDN Dilakukan Bertahap
Mendagri menjelaskan bahwa pengiriman 1.138 praja IPDN dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 413 personel diberangkatkan menuju Medan sebelum diterjunkan ke Aceh. Tahap kedua akan mengirimkan 414 personel, disusul tahap ketiga sebanyak 179 personel. Selain itu, telah lebih dahulu diberangkatkan tim advance sebanyak 132 personel.
“Total keseluruhan yang ditugaskan sebanyak 1.138 personel,” jelas Tito.
Fokus Pemulihan Pemerintahan Desa Terdampak
Menurut Tito Karnavian, para praja IPDN ditugaskan untuk membantu daerah-daerah dengan dampak bencana paling berat, terutama wilayah yang pemerintahan desanya tidak berjalan akibat kerusakan parah. Ia mencatat terdapat 22 desa yang hilang akibat bencana, terdiri dari 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat.
Selain itu, sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut terdampak sehingga tidak dapat menjalankan fungsi pemerintahan secara normal. Dari jumlah tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar, yakni 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumatera Utara 93 kantor desa dan Sumatera Barat 32 kantor desa.
Aceh Masih Jadi Perhatian Utama
Mendagri menegaskan bahwa Aceh Utara dan Aceh Tamiang merupakan wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak. Dari 18 kabupaten terdampak di Aceh, sebanyak 11 daerah sudah menunjukkan pemulihan signifikan, sementara tujuh daerah masih memerlukan atensi khusus, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Dua Tugas Utama Praja IPDN di Lokasi Bencana
Selama masa penugasan, praja IPDN bersama para pengasuh akan menjalankan dua tugas utama. Pertama, membantu kegiatan pembersihan wilayah pascabencana. Kedua, mendukung pemulihan dan mengaktifkan kembali pemerintahan desa agar layanan dasar seperti administrasi kependudukan dan pelayanan publik lainnya dapat kembali berjalan.
“Target waktu mereka sebulan, dan ini masuk kurikulum. Kita anggap ini sebagai bagian kerja nyata kuliah,” ujar Tito Karnavian.
Melalui penugasan ini, Kemendagri berharap pemulihan desa terdampak bencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat dan pemerintahan desa kembali berfungsi optimal untuk melayani masyarakat.
Dikutip dari antaranews.com
