Kementerian PU: Jalan Nasional di Jatim dengan Tingkat Kemantapan di Atas 80 Persen

Kementerian PU: Jalan Nasional di Jatim dengan Tingkat Kemantapan di Atas 80 Persen

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan kesiapan jalan nasional di Jawa Timur dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Dody meninjau langsung kesiapan jaringan jalan nasional di wilayah tersebut guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

“Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua,” ujar Dody di Tuban, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).

Percepatan Perbaikan dan Peningkatan Kemantapan Jalan

Sejumlah langkah percepatan perbaikan dan peningkatan kemantapan jalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama periode puncak pergerakan masyarakat.

Total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang tersebar dalam 358 ruas serta didukung 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter. Secara umum, mayoritas ruas berada dalam kategori baik dan sedang dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen.

Dari total 14.132 titik lubang yang terdata, sebanyak 13.306 titik telah tertangani, menyisakan 826 titik yang masih dalam proses penyelesaian.

Penanganan marka jalan juga dipercepat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjelang mudik.

Antisipasi Titik Rawan Macet dan Bencana

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali (BBPJN Jatim–Bali) telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di antaranya ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi.

Di lokasi tersebut dilakukan penguatan pengawasan, penambahan rambu peringatan, serta koordinasi intensif bersama kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, sejumlah ruas rawan bencana banjir dan longsor turut menjadi perhatian, seperti ruas Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang, termasuk segmen Turen Km 54+500 hingga Km 60+150.

Personel dan peralatan telah disiagakan guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.

BBPJN Jatim–Bali juga menyiapkan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu.

Dengan kesiapan infrastruktur, personel, serta peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga.

Dikutip dari metrotvnews.com