Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti potensi besar UMKM tenun ikat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kaya motif dan variatif. Ia menekankan pentingnya dukungan akses modal serta pembinaan berkala dari pemerintah agar produk tenun dapat berkembang dan dipasarkan lebih luas.
“UMKM tenun di NTT sangat potensial dan variatif. Meskipun terlihat mirip, setiap suku dan setiap pulau menghasilkan motif yang berbeda-beda, sehingga sebenarnya sangat kompetitif. Namun, tantangannya bagaimana produk ini bisa berkembang dengan dukungan modal yang cukup, agar saat dipasarkan ke luar daerah semakin menarik dan meningkatkan penjualan,” ujar Saleh saat berkunjung ke Galeri UMKM Tenun Ikat Ina Sabu di Kupang, Kamis.
Saleh menilai pengembangan UMKM dapat menjadi sektor yang cepat mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di pedesaan. Ia menjelaskan kondisi lahan pertanian yang minim dan keterbatasan air di NTT membuat sektor UMKM menjadi sumber ekonomi potensial bagi masyarakat desa.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan pelaku UMKM agar bisa fokus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai jual lebih baik. “Tadi saya lihat ada tenun yang harganya mencapai Rp3 juta untuk produk jadi dan Rp2,5 juta untuk yang belum jadi. Harganya sudah setara batik berkualitas di Jakarta. Ini peluang yang bagus,” ujarnya.
Saleh menambahkan, jika pemerintah aktif membina, produk UMKM lokal tidak hanya bisa dipasarkan di NTT tetapi juga ke Pulau Jawa dan wilayah lain, bahkan mencontoh batik Jawa yang telah menembus pasar nasional dan internasional.
Selain pembinaan, akses modal juga menjadi kunci. Saleh menekankan pentingnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Penyertaan Modal Negara (PMN). Komisi VII DPR turut mengawasi penyaluran KUR dan PMN agar pelaku UMKM bisa mengakses pembiayaan dengan mudah.
“Saat ini, kendalanya banyak masyarakat yang kesulitan meminjam uang di bank karena tidak lolos persyaratan atau khawatir tidak bisa membayar. Ini harus dihindari. Jika mereka sungguh-sungguh bekerja keras mengembangkan usaha, insyaallah cicilannya bisa dibayar,” ujarnya.
Saleh mendorong pemerintah gencar melakukan pendampingan intensif, baik dalam pembinaan pelaku usaha maupun sosialisasi pemanfaatan KUR dan PMN agar UMKM menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan di NTT.
Dikutip dari antaranews.com
