Kolaborasi Perguruan Tinggi Diperkuat melalui Koperasi Merah Putih

Kolaborasi Perguruan Tinggi Diperkuat melalui Koperasi Merah Putih

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Stella menilai kolaborasi tersebut akan efektif apabila dirancang berbasis kebutuhan koperasi di lapangan, bukan semata-mata berangkat dari inisiatif perguruan tinggi.

“Kolaborasi ini menjadi efektif jika dimulai dari kebutuhan koperasinya, bukan dari universitasnya. Kementerian Koperasi dapat menentukan koperasi mana yang menjadi pilot project, terutama di daerah dengan tingkat ketertinggalan ekonomi tertinggi,” kata Stella melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia menekankan, sinergi perguruan tinggi dan KDKMP harus dirancang secara terarah agar memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Setelah itu, Kemdiktisaintek akan memetakan perguruan tinggi terdekat yang paling relevan untuk melakukan pendampingan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.

Stella juga menegaskan pentingnya pengembangan koperasi desa yang berorientasi pada usaha produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai wadah administratif semata.

“Koperasi saat ini harus diposisikan sebagai badan usaha yang memiliki aktivitas bisnis nyata, bukan sekadar struktur organisasi. Dengan pendekatan tersebut, koperasi dapat kembali menjadi soko guru perekonomian desa dan menjadi ruang belajar kewirausahaan yang relevan bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengungkapkan hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Menurut Farida, program tersebut merupakan wujud komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.

“Hingga saat ini, antusiasme masyarakat desa dan kelurahan sangat tinggi. Dari target awal 80 ribu, kini telah terbentuk lebih dari 83 ribu KDKMP, dan hampir 98 persen di antaranya telah berbadan hukum,” ucap Farida.

Dikutip dari antaranews.com