Kontrak berjangka saham AS turun pada perdagangan Minggu malam waktu setempat, seiring investor memasuki pekan perdagangan yang lebih singkat karena adanya hari libur di pasar keuangan Amerika Serikat.
Mengutip CNBC pada Senin (30/3/2026), kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 253 poin atau sekitar 0,6 persen. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan kontrak berjangka Nasdaq‑100 masing-masing melemah sekitar 0,5 persen.
Penurunan ini terjadi setelah ketiga indeks utama Wall Street mengalami pelemahan tajam pada perdagangan Jumat (27/3/2026). Indeks Dow Jones anjlok 793,47 poin atau 1,73 persen ke level 45.166,64.
Pada saat yang sama, S&P 500 turun 108,31 poin atau 1,67 persen menjadi 6.385,85, yang merupakan level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 459,724 poin atau lebih dari 2,15 persen ke posisi 20.948,357. Penurunan tersebut menandai pelemahan mingguan kelima berturut-turut bagi indeks teknologi tersebut.
Penurunan indeks Dow Jones juga mengikuti jejak Nasdaq yang sebelumnya telah memasuki fase koreksi. Kondisi ini terjadi seiring konflik militer di Iran yang terus berlanjut hingga memasuki minggu kelima.
Para investor yang sebelumnya berharap konflik dapat segera mereda kini semakin khawatir terhadap dampak ekonomi dan geopolitik dari perang tersebut terhadap pasar global.
Di sisi lain, pelaku pasar juga bersiap menghadapi pekan perdagangan yang dipersingkat. Pasar keuangan Amerika Serikat akan ditutup pada Good Friday yang jatuh pada Jumat, 3 April 2026.
Meski demikian, laporan ketenagakerjaan bulanan untuk Maret tetap dijadwalkan dirilis pada pagi hari yang sama.
Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting pada awal pekan ini, termasuk Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja atau JOLTS serta laporan ketenagakerjaan dari ADP.
Dari sisi kinerja perusahaan, beberapa emiten besar dijadwalkan merilis laporan keuangan dalam waktu dekat, di antaranya Nike, McCormick & Company, dan Conagra Brands. Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pergerakan pasar pada pekan mendatang.
