Harga emas global melonjak tajam pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didorong meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset lindung nilai (safe-haven). Lonjakan ini membawa harga logam mulia tersebut kembali mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada akhir tahun lalu.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (6/1/2026), harga emas berjangka naik 2,6 persen menjadi USD4.442,40 per ons, sementara harga emas spot menguat 2,3 persen ke level USD4.433,17 per ons.
Kenaikan harga emas terjadi setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada akhir pekan lalu. Peristiwa tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik global dan mendorong investor beralih ke aset yang dinilai aman di tengah ketidakpastian.
“Penangkapan kepala negara asing secara alami menciptakan tingkat ketidakstabilan yang tinggi, dan dalam kondisi seperti ini, emas dan perak dipandang sebagai lindung nilai yang solid terhadap ketidakpastian,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.
Analis Senior Swissquote, Ipek Ozkardeskaya, menilai pasar keuangan secara umum tidak bereaksi berlebihan terhadap perkembangan di Venezuela, namun premi risiko mulai kembali memengaruhi harga aset. Menurutnya, aset safe-haven yang dipimpin oleh emas mencatat penguatan positif pada awal pekan ini.
Ia menjelaskan bahwa emas sempat mencetak rekor baru di atas USD4.500 per ons pada akhir Desember, namun menutup tahun dengan koreksi tajam hingga di bawah USD4.400. Pada perdagangan Senin, harga emas kembali bergerak di atas level tersebut.
Selain emas, harga perak turut menguat lebih dari 3,6 persen. Sementara itu, franc Swiss melemah terhadap dolar AS yang menguat secara luas, dan pasar secara umum belum menunjukkan tanda-tanda tekanan signifikan atau penurunan minat terhadap aset berisiko.
Sepanjang tahun lalu, harga emas melonjak hingga 64 persen, menjadi kinerja tahunan terkuat sejak 1979. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, kebijakan pemotongan suku bunga, pembelian agresif oleh bank sentral, serta arus masuk dana ke reksa dana berbasis bursa (ETF). Harga emas mencapai rekor tertinggi di level USD4.549,71 per ons pada 26 Desember lalu.
Dikutip dari metrotvnews.com
