Grup band metalcore asal Jepang, Sable Hills, mencuri perhatian publik usai merilis video klip terbaru mereka berjudul “Namu” di Instagram. Single ini unik karena menghadirkan biksu Buddha dalam musik dan visualnya, memberikan nuansa spiritual sekaligus emosional yang kuat pada lagu tersebut.
Asal-usul dan Formasi Band Sable Hills
Sable Hills berasal dari Tokyo, Jepang, dan merupakan bagian dari skena metalcore Jepang yang sedang berkembang pesat. Band ini dibentuk pada September 2015 oleh dua bersaudara, Takuya (vokal) dan Rict (gitar), serta dua anggota tambahan, yaitu Ueda (bass) dan Keita (drum).
Gaya Musik: Metalcore dan Melodic Death Metal
Sable Hills dikenal dengan gaya musik metalcore berpadu melodic death metal, terinspirasi dari band-band internasional seperti As I Lay Dying, Killswitch Engage, dan In Flames. Kombinasi ini membuat musik mereka terdengar agresif namun tetap memiliki melodi yang kuat.
Kolaborasi dan Pengalaman Internasional
Band ini bekerja sama dengan produser ternama Mark Lewis, yang sebelumnya pernah menangani Trivium dan Whitechapel. Sable Hills juga pernah tampil bersama band internasional besar seperti Slipknot, Korn, dan Parkway Drive, memperkuat reputasi mereka di kancah global.
Sentuhan Tradisional dalam Single “Namu”
Single terbaru mereka, “Namu”, menampilkan unsur musik tradisional Jepang dan menghadirkan biksu Buddha dalam video klipnya. Perpaduan antara modernitas musik metalcore dan tradisi Jepang ini menunjukkan inovasi unik dari Sable Hills, sekaligus menambah kedalaman emosional lagu.
Prestasi Internasional: Wacken Metal Battle
Sable Hills mencetak sejarah sebagai band Jepang pertama yang memenangkan Wacken Metal Battle pada tahun 2022, kompetisi band metal dunia yang merupakan bagian dari festival metal terbesar, Wacken Open Air. Prestasi ini menegaskan posisi mereka sebagai band metalcore Jepang yang diperhitungkan di kancah internasional.
Dikutip dari RRI.co.id
