Petenis Jepang Naomi Osaka mengakui tidak mudah menyeimbangkan perannya sebagai seorang ibu dengan karier sebagai petenis profesional. Meski demikian, pada musim liburan akhir tahun, Osaka memilih memprioritaskan waktu bersama putrinya, Shai.
“Ini jelas sangat sulit,” kata Osaka tentang upayanya menemukan keseimbangan tersebut, dikutip dari WTA, Jumat. Setelah menjalani musim 2025 yang impresif dengan lonjakan peringkat dari 57 ke 16 dunia, juara Grand Slam empat kali itu menyadari pentingnya mengatur waktu antara latihan pramusim dan peran barunya sebagai ibu.
Prioritas Keluarga di Masa Liburan
Osaka mengungkapkan bahwa masa liburan akhir tahun menjadi periode yang cukup menantang. Di satu sisi, ia ingin selalu hadir untuk putrinya, namun di sisi lain tetap harus menjalani latihan dan kewajiban profesional.
“Musim liburan ini juga cukup sulit bagi saya karena Anda mencoba untuk selalu ada untuknya. Jelas ada saat-saat di mana Anda harus berlatih atau harus melakukan sesuatu. Saya harap saya mengelola atau menyeimbangkannya dengan baik,” ujarnya.
Menjelang konferensi pers tim Jepang pada ajang United Cup di Perth, Osaka sempat melihat petenis Swiss Belinda Bencic bersama putrinya yang berusia satu tahun di lapangan.
“Saya pikir itu sangat, sangat menggemaskan, dan itu membuat saya teringat pada putri saya juga,” kata Osaka.
Perubahan Pola Pikir di Lapangan
Sejak melahirkan pada Juli 2023, Osaka mengakui peran sebagai orang tua telah mengubah cara pandangnya terhadap tenis. Ia menyebut bahwa sebelumnya dirinya kerap bersikap terlalu keras pada diri sendiri dan mendefinisikan segalanya berdasarkan kemenangan atau kekalahan.
Kini, ia merasa memiliki perspektif yang lebih luas. “Ini telah mengembangkan karier saya dengan mengubah pola pikir saya secara signifikan,” ujar Osaka.
Menurutnya, ia belajar memandang setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik tanpa membebani diri secara berlebihan. “Pada saat yang sama, saya tahu bahwa peran terbesar saya bukanlah sebagai pemain tenis, melainkan sebagai ibu bagi putri saya,” tuturnya.
Menatap Musim 2026
Petenis berusia 28 tahun itu mengaku bersyukur atas pelajaran hidup yang ia dapatkan dan antusias menatap masa depan. “Saya sangat senang bahwa saya dapat mempelajari hal itu, dan saya bersemangat untuk melihat apa lagi yang dapat saya lakukan,” katanya.
Pada United Cup 2026, Osaka tergabung di Grup E bersama Yunani dan Inggris. Ia dijadwalkan menghadapi Maria Sakkari pada Jumat (2/1) dan Emma Raducanu pada Minggu (4/1) dalam dua pertandingan tunggal pertamanya musim ini.
Dikutip dari antaranews.com
