Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (12/1/2026), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan dari Iran, meskipun upaya mempercepat kembalinya ekspor minyak dari Venezuela membatasi laju kenaikan harga.
Mengutip data pasar, harga minyak mentah Brent berjangka naik sekitar 0,49 persen ke USD 63,65 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berada di sekitar USD 59,42 per barel dengan kenaikan sekitar 0,51 persen pada perdagangan pagi ini.
Kedua kontrak minyak tersebut mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2025, seiring dengan kekhawatiran pasar atas situasi politik di Iran. Aksi protes yang semakin intensif — yang disebut sebagai gelombang demonstrasi terbesar sejak beberapa tahun terakhir — memicu kekhawatiran potensi gangguan pasokan minyak dari negara anggota OPEC tersebut.
Sentimen pasar terhadap risiko pasokan ini tetap kuat meskipun data perdagangan menunjukkan bahwa investor juga mempertimbangkan kemungkinan ekspor minyak Venezuela kembali normal. Ketidakpastian kondisi politik di Venezuela berdampak pada pandangan pasar terhadap volume pasokan global, di mana upaya untuk menghidupkan kembali ekspor minyak negara itu turut menjadi fokus pelaku pasar energi.
Melansir sumber internasional, meningkatnya risiko geopolitik dari Iran dan ketidakpastian ekspor Venezuela telah mendorong premi risiko di pasar minyak, sehingga membuat harga minyak bernasib lebih tinggi dibandingkan akhir pekan lalu, meskipun tren kenaikan masih terbatas oleh faktor-faktor penawaran dan permintaan global.
Dikutip dari metrotvnews.com
