Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, meminta pemerintah pusat segera membangun jembatan darurat di kawasan Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, menyusul putusnya jembatan rangka baja akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
“Putusnya jembatan ini berdampak langsung kepada masyarakat karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,” kata Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, Senin (22/12/2025).
Ia berharap pembangunan jembatan sementara atau darurat, seperti jembatan bailey, dapat segera dilakukan agar kendaraan roda empat berbadan kecil bisa melintas dan memulihkan akses transportasi warga. Saat ini, sekitar 110 kepala keluarga (KK) di Desa Gunong Kong masih terisolasi akibat putusnya jembatan sepanjang 120 meter dan lebar 5–6 meter tersebut.
Akibat putusnya jembatan, warga terpaksa menggunakan perahu mesin untuk menuju pusat kecamatan atau kabupaten. Sebelumnya, BPBD Kabupaten Nagan Raya telah mendistribusikan bantuan bagi 110 KK agar warga tetap mendapatkan pasokan bahan pokok.
Selain jembatan, bencana banjir bandang juga merusak sebanyak 1.807 unit rumah di tiga kecamatan, yaitu Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur. Dari jumlah tersebut, 487 unit rumah rusak berat, 283 unit rusak sedang, dan 1.043 unit rusak ringan.
Bupati Teuku Raja Keumangan memastikan perbaikan rumah-rumah terdampak akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan. Pemkab Nagan Raya juga akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mengawal penanganan pascabencana secara menyeluruh dan mempercepat pemulihan sosial serta ekonomi warga terdampak.
Dikutip dari antaranews.com
