Penguatan Kompetensi ASN Berbasis Merit Sistem Jadi Fokus Kemendagri

Penguatan Kompetensi ASN Berbasis Merit Sistem Jadi Fokus Kemendagri

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar workshop penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pengelolaan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis sistem merit.

Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean mengapresiasi para narasumber yang telah berbagi pemahaman mengenai penguatan sistem merit dalam manajemen ASN. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan BSKDN.

“Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BSKDN melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem,” ujar Noudy dalam keterangannya, dikutip Rabu (11/3/2026).

Dorong Birokrasi Profesional dan Adaptif

Noudy menjelaskan bahwa dalam era birokrasi modern, penguatan manajemen talenta ASN menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, kompeten, dan berdaya saing.

Langkah tersebut sejalan dengan amanat reformasi birokrasi yang telah berjalan sejak era reformasi 1998.

Menurut dia, penerapan manajemen talenta diperlukan untuk memastikan setiap ASN yang memiliki potensi dan kompetensi terbaik dapat dipersiapkan dan dikembangkan secara optimal guna menduduki posisi-posisi strategis di dalam organisasi.

“Setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi terbaik yang kemudian dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi. Itu letak pentingnya dari manajemen talenta,” kata Noudy.

Kualitas SDM BSKDN Dinilai Mumpuni

Noudy juga mengungkapkan bahwa kualitas SDM di lingkungan BSKDN menunjukkan capaian yang membanggakan. Hal ini tercermin dari berbagai prestasi yang diraih ASN BSKDN dalam sejumlah kegiatan pengembangan kompetensi maupun pendidikan kedinasan.

“Tim dari BSKDN menunjukkan berbagai prestasi dari peringkat pertama maupun peringkat kedua. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM yang ada di BSKDN sangat mumpuni,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi merupakan hak sekaligus kebutuhan bagi ASN dalam menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks. Karena itu, setiap kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari pengembangan diri.

“Saya berharap workshop manajemen talenta ini memberikan semangat bagi seluruh ASN di lingkungan BSKDN untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Sistem Merit Jadi Fondasi Pengelolaan ASN

Sementara itu, perwakilan Kedeputian Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Junaidi Sinaga, menjelaskan bahwa sistem merit merupakan fondasi penting dalam pengelolaan ASN yang profesional dan berintegritas.

Hal tersebut sejalan dengan grand design manajemen ASN 2025–2045 serta agenda reformasi birokrasi menuju world class bureaucracy pada 2045.

“Tentu di sana adalah tujuannya bagaimana menghadirkan ASN yang berintegritas, adaptif, dan kompeten untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Junaidi.

Dikutip dari metrotvnews.com