Penunjukan Kevin Warsh Dorong Penguatan Dolar AS

Penunjukan Kevin Warsh Dorong Penguatan Dolar AS

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB. Penguatan terjadi di tengah penunjukan Presiden AS Donald Trump terhadap Kevin Warsh sebagai Gubernur Federal Reserve (The Fed) yang baru, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026.

Mengutip AFR.com, Sabtu, 31 Januari 2026, indeks dolar spot tercatat naik 0,9 persen menjelang pukul 16.20 waktu New York. Pada perdagangan sehari sebelumnya, mata uang Negeri Paman Sam sempat melemah 0,17 persen ke level 96,285.

Pelaku pasar keuangan langsung merespons pengumuman Presiden Trump yang menunjuk Warsh, mantan gubernur The Fed yang dikenal memiliki pandangan kebijakan moneter yang tegas, untuk memimpin bank sentral Amerika Serikat.

Meski secara historis Warsh dikenal mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat, dalam beberapa pernyataan terbaru ia justru menyatakan dukungan terhadap pemotongan suku bunga. Sikap tersebut sejalan dengan seruan berulang Trump yang mendorong pelonggaran moneter secara agresif.

“Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed terhebat, mungkin yang terbaik,” tulis Trump melalui media sosial pribadinya.

Kevin Warsh juga dikenal kerap mengkritik kebijakan moneter The Fed. Ia menilai bank sentral AS terlalu aktivis dan menyimpang dari mandat utamanya, serta terlalu terikat pada dinamika pasar keuangan.

Ekonom dan mantan Wakil Ketua S&P Global, Paul Sheard, mengatakan pasar akan mencermati sejauh mana Warsh akan mengikuti keinginan Trump terkait kebijakan suku bunga.

“Para pelaku pasar keuangan akan sangat fokus pada apakah Warsh akan menuruti seruan Presiden Trump agar pengganti Jay Powell memangkas suku bunga dan mempertahankannya tetap rendah,” ujar Sheard.

Namun demikian, Sheard menilai secara konstitusional tidak masuk akal bagi seorang presiden untuk memilih Ketua The Fed semata-mata berdasarkan tingkat suku bunga yang disukai pada saat tertentu.

Dikutip dari metrotvnews.com