Tren fasted cardio atau olahraga saat perut kosong muncul karena anggapan dapat membakar lemak lebih banyak. Saat berolahraga tanpa makan, tubuh menggunakan cadangan lemak karena kadar glukosa darah dan glikogen otot rendah. Namun, penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah kalori dan lemak yang terbakar dibandingkan olahraga setelah makan.
Bagi sebagian orang, berolahraga dalam keadaan puasa bisa menimbulkan risiko seperti pusing, lemas, atau gemetar. Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, berisiko mengalami hipoglikemia.
Ahli merekomendasikan tetap makan 2–3 jam sebelum olahraga dengan makanan bernutrisi, seperti buah, roti tawar, atau energy bar, serta memastikan kebutuhan cairan tercukupi. Pilihan olahraga sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, kondisi tubuh, dan preferensi, bukan hanya tren atau anggapan pembakaran lemak lebih cepat.
Dikutip dari RRI.co.id
