Presiden Prabowo Subianto Bahas Situasi Ekonomi Nasional di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto Bahas Situasi Ekonomi Nasional di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar rapat kerja pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih di halaman tengah Istana Kepresidenan pada Rabu, 8 April 2026.

Rapat kerja tersebut akan dihadiri seluruh menteri kabinet serta sejumlah pejabat tinggi pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi terkait agenda kegiatan tersebut.

“Pukul 14.00 di Istana, (dihadiri) seluruh Kabinet Merah Putih,” ujar Teddy, Rabu.

Libatkan pejabat eselon I dan pimpinan BUMN

Selain para menteri, rapat kerja pemerintah ini juga akan melibatkan pejabat eselon I dari berbagai kementerian. Mereka meliputi direktur jenderal, deputi, hingga pejabat setingkat direktur utama dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Namun, Teddy belum merinci secara detail agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk apakah akan ada taklimat khusus yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada seluruh peserta rapat.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto juga telah mengungkapkan rencana penyelenggaraan rapat kerja pemerintah tersebut.

Airlangga menyampaikan informasi itu setelah mengikuti rapat terbatas yang digelar pada Selasa, 7 April 2026.

“Besok akan ada acara dengan para menteri dan pejabat di kementerian,” kata Airlangga.

Bahas kondisi perekonomian dan dinamika global

Airlangga menjelaskan bahwa rapat terbatas sebelumnya juga membahas persiapan agenda rapat kerja pemerintah tersebut. Dalam kesempatan itu, ia dijadwalkan memberikan paparan mengenai kondisi perekonomian nasional.

Paparan tersebut akan menyoroti perkembangan ekonomi dalam negeri, terutama di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Menurut Airlangga, forum rapat kerja pemerintah ini menjadi momentum penting bagi jajaran kabinet dan pejabat kementerian untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik yang berkembang.

Dikutip dari metrotvnews.com