Produktivitas Meningkat, Saham INDS Catat Lonjakan Signifikan

Produktivitas Meningkat, Saham INDS Catat Lonjakan Signifikan

PT Indospring Tbk (INDS), produsen suku cadang otomotif, terus memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional melalui sejumlah aksi korporasi strategis. Langkah ekspansi dan penataan operasional tersebut mendapat respons positif dari pasar, tercermin dari kinerja saham INDS yang mencatatkan kenaikan signifikan hingga ratusan persen dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Penguatan harga saham yang tajam ini dinilai tidak terlepas dari ekspektasi pasar terhadap potensi aksi korporasi lanjutan, seperti pembagian dividen, penyesuaian valuasi, hingga kemungkinan strategi ekspansi lainnya. Dalam praktik pasar modal, lonjakan harga saham yang signifikan kerap terjadi menjelang atau setelah perusahaan melakukan aksi korporasi strategis.

Pada Desember 2025, perseroan mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anaknya, PT Indobaja Primamurni (IBPM). Dalam transaksi tersebut, IBPM menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada PT Indospring Tbk dengan nilai total Rp3.017.747.000, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Tingkat kepemilikan Indospring di IBPM tercatat sebesar 96,50 persen.

Manajemen menilai transaksi tersebut sebagai langkah optimalisasi aset untuk mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan efisiensi proses produksi perseroan ke depan.

Selain itu, Indospring juga menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor dengan PT Indoprima Investama (IIV). Transaksi tersebut mencakup sewa sebagian bangunan kantor dengan nilai Rp60 juta untuk jangka waktu satu tahun. Perjanjian ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi mengingat IIV merupakan entitas induk akhir perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 88,41 persen.

Seiring dengan berbagai aksi korporasi tersebut, kinerja saham INDS menunjukkan lonjakan yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, saham INDS mencatatkan auto reject atas dengan kenaikan 25 persen. Secara bulanan, saham INDS telah menguat 147,77 persen, sementara secara year to date melonjak 145,58 persen.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergerakan harga saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh transaksi penjualan aset. Menurutnya, investor juga mengantisipasi potensi pembagian dividen serta re-rating valuasi saham perseroan.

Ia menyebutkan bahwa saham INDS relatif menarik bagi investor dengan strategi trading jangka pendek, terutama pada semester pertama 2026 yang diproyeksikan diwarnai sejumlah sentimen positif, seperti rilis laporan keuangan, pembagian dividen, serta pemulihan sektor otomotif.

Optimisme pasar juga diperkuat oleh hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Indospring Tbk yang digelar pada 23 Juni 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, termasuk pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52,49 miliar atau setara Rp8 per saham.

Selain dividen, perseroan menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib, sementara sisa laba bersih sebesar Rp15,59 miliar dicatat sebagai saldo laba.

Ke depan, manajemen Indospring menegaskan komitmen untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Jika Anda ingin versi yang lebih singkat untuk kanal pasar modal cepat atau difokuskan pada analisis teknikal saham INDS, saya bisa menyesuaikannya.

Dikutip dari metrotvnews.com