Program MBG Disinkronkan untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan

Program MBG Disinkronkan untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, menyatakan bahwa konsumsi ikan nasional dapat meningkat secara signifikan apabila dilakukan sinkronisasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa program MBG mengandalkan sumber daya lokal sebagai basis pemenuhan kebutuhan bahan bakunya.

“MBG ini modalitasnya adalah sumber daya lokal,” ujarnya dalam acara Bincang Bahari jelang Hari Ikan Nasional 2025 bertema Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Sumber Daya Lokal Jadi Penopang Program MBG

Dandy menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang merata, baik dari sektor budidaya di darat maupun perikanan tangkap di pesisir. Sinkronisasi antara KKP dan program MBG diperlukan agar pasokan ikan bisa memenuhi kebutuhan menu yang telah memasukkan porsi ikan sebagai salah satu komponen utamanya.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan ikan untuk menu MBG sangat besar.

“Kalau dihitung, dua kali seminggu saja kebutuhan ikan mencapai hampir 415 ribu ton. Ini otomatis akan meningkatkan konsumsi ikan di seluruh wilayah,” jelasnya.

Menurutnya, jika menu MBG berjalan merata, konsumsi ikan nasional akan meningkat dan memberi dampak positif terhadap perbaikan gizi masyarakat, terutama generasi muda.

PR Bersama: Pemenuhan Pasokan Ikan untuk MBG

Dandy juga menyoroti adanya pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terutama terkait pemenuhan pasokan ikan untuk program MBG agar berjalan berkelanjutan.

KKP Targetkan Konsumsi Ikan Naik hingga 28,63 Kg per Kapita

Sebelumnya, KKP menegaskan pentingnya mendorong konsumsi ikan nasional yang dinilai masih rendah. Data KKP menunjukkan konsumsi ikan nasional pada 2024 baru mencapai 25,31 kilogram per kapita.

Machmud, perwakilan dari KKP, optimistis angka tersebut bisa meningkat menjadi:

  • 26,6 kilogram per kapita pada 2025
  • 28,63 kilogram per kapita pada 2029

Namun, ia mengakui bahwa tingkat konsumsi ikan belum merata di seluruh daerah. Masih terdapat wilayah dengan konsumsi ikan tinggi dan beberapa daerah lainnya yang rendah.

“Konsumsi ikan kita masih kecil, dan persebarannya belum merata,” kata Machmud.

Dikutip dari RRI.co.id