Puan Maharani Tekankan Pengelolaan Anggaran yang Efisien dan Berorientasi Hasil

Puan Maharani Tekankan Pengelolaan Anggaran yang Efisien dan Berorientasi Hasil

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran negara yang efisien dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan, penggunaan APBN tidak boleh berhenti pada serapan anggaran semata, tetapi harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Pengelolaan anggaran negara harus dilakukan secara efisien dan berorientasi pada hasil. Sehingga benar-benar tercermin dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara inklusif,” ujar Puan dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI ke-7 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Puan menyoroti tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, disrupsi rantai pasok, dan fluktuasi harga komoditas. Ia menilai, kondisi tersebut menuntut kebijakan fiskal dan moneter yang lebih kuat serta berpihak pada rakyat.

Menurutnya, APBN 2026 harus dibangun di atas fondasi pelaksanaan APBN 2025 yang kokoh. DPR, kata Puan, akan memastikan setiap kebijakan fiskal mampu menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

“DPR RI akan terus mengawal agar kebijakan fiskal berpihak kepada rakyat. Sehingga menjaga daya beli, menciptakan kesempatan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional demi terwujudnya Indonesia yang semakin sejahtera,” ujar Puan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya pernah menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus difokuskan pada sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya pergeseran anggaran menuju program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya terus memonitor agar anggaran kita diprioritaskan untuk hal-hal yang benar-benar esensial. Misalnya seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas nasional,” kata Presiden Prabowo di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Presiden juga menyoroti pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. Ia menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan pada akhir 2025, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pemerintah.Dikutip dari RRI.co.id