Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi 0,04 persen ke level Rp16.784 per dolar AS.
Penguatan tipis tersebut terjadi setelah pada penutupan perdagangan Senin (29/12), rupiah melemah ke posisi Rp16.787 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah hari ini cenderung datar atau berkonsolidasi.
“Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak datar atau berkonsolidasi,” ujar Lukman Leong, Selasa (30/12/2025).
Meski demikian, Lukman menambahkan rupiah masih memiliki peluang untuk rebound atau berbalik menguat secara terbatas. Pergerakan nilai tukar yang relatif stabil tersebut dipengaruhi oleh minimnya sentimen baru di pasar.
“Minimnya data ekonomi dan aktivitas perdagangan menjelang pergantian tahun,” kata Lukman.
Selain faktor tersebut, prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga masih menjadi salah satu sentimen yang membebani pergerakan rupiah. Di sisi lain, posisi rupiah dinilai sudah berada pada kondisi oversold atau telah mencapai titik terendahnya.
“Hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.700–Rp16.850 per dolar AS,” ujar Lukman.
Seiring dengan penguatan rupiah, indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan pagi ini. Indeks dolar AS berada di level 98,02 atau turun 0,01 persen dibandingkan posisi Senin kemarin.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga menantikan rilis risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, untuk periode Desember. Risalah tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed terkait arah kebijakan suku bunga pada tahun 2026.
Dikutip dari RRI.co.id
