Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Mengutip data Bloomberg, Kamis, 8 Januari 2026, rupiah hingga pukul 09.33 WIB berada di sekitar Rp16.798 per USD, melemah 18 poin atau setara 0,11 persen dari posisi Rp16.780 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada waktu yang sama mencatat rupiah berada di level sekitar Rp16.780 per USD, menunjukkan tekanan pada mata uang domestik di awal sesi perdagangan.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, namun kecenderungan kurs masih akan melemah. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.780 per USD hingga sekitar Rp16.810 per USD.
Menurut Ibrahim, pergerakan kurs rupiah dipengaruhi oleh beragam sentimen eksternal, termasuk pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) AS yang memberikan sinyal beragam terkait arah suku bunga. Beberapa pejabat The Fed mengindikasikan perlunya suku bunga yang lebih rendah, sementara lainnya menyatakan tingkat suku bunga saat ini berada pada level netral yang tidak menstimulasi maupun menghambat pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati tensi geopolitik global yang tetap tinggi, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait pasokan minyak dari Venezuela serta peningkatan perselisihan diplomatik antara Jepang dan Tiongkok yang dapat memengaruhi dinamika pasar keuangan.
Sentimen lain datang dari ekspektasi pasar terhadap data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis Jumat mendatang, yang dipandang akan memberikan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter The Fed lebih lanjut, khususnya potensi penurunan suku bunga.
Secara keseluruhan, tekanan eksternal dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global masih menjadi faktor utama yang menekan kurs rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan hari ini.
Dikutip dari metrotvnews.com
