Indeks Utama Wall Street Menguat Signifikan
Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di Wall Street melonjak setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sesuai ekspektasi pasar. Mengutip Xinhua, Kamis (11/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average naik 497,46 poin atau 1,05 persen menjadi 48.057,75. Indeks S&P 500 menguat 46,17 poin atau 0,67 persen menjadi 6.886,68.
Indeks Nasdaq Composite juga meningkat 77,67 poin atau 0,33 persen menjadi 23.654,16. Dari 11 sektor utama S&P 500, sembilan sektor ditutup menguat. Sektor industri dan material memimpin penguatan masing-masing 1,84 persen dan 1,77 persen. Sementara itu, sektor utilitas turun tipis 0,11 persen.
Prospek Kebijakan The Fed dan Respons Pasar
Bank sentral AS memproyeksikan hanya satu pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada 2026. Ketua The Fed Jerome Powell menjelaskan bahwa risiko penurunan pasar tenaga kerja semakin besar, dan bank sentral tidak ingin kebijakan moneter menekan penciptaan lapangan kerja.
Meski begitu, pasar berjangka suku bunga masih memperhitungkan dua kali pemangkasan pada 2026. Keputusan pemotongan 25 basis poin ini juga mendapat penentangan dari beberapa anggota FOMC.
Minimnya Data Ekonomi Hambat Keputusan Kebijakan
Pengambilan keputusan semakin kompleks karena minimnya data akibat penutupan pemerintah AS yang berlangsung lama. Dampaknya, laporan penggajian (non-farm payroll) November baru akan dirilis pada 16 Desember, sementara data inflasi menyusul setelahnya.
Kondisi Pasar Tenaga Kerja AS Melemah
Perlambatan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan tingkat pengangguran dalam beberapa bulan terakhir menjadi pendorong pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Inflasi masih berada sekitar satu persentase poin di atas target 2 persen.
Data Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan perusahaan swasta memangkas 32 ribu pekerja pada November, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 40 ribu. Usaha kecil dengan kurang dari 50 karyawan bahkan kehilangan 120 ribu pekerjaan, sementara perusahaan menengah dan besar masih menambah tenaga kerja.
Penutupan pemerintah federal selama 43 hari turut memperburuk kondisi pasar kerja serta menghambat pengumpulan data resmi. Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data ketenagakerjaan November pada 16 Desember, sementara data pengangguran Oktober tidak tersedia akibat dampak penutupan tersebut.
Dikutip dari metrotvnews.com
